Lewati ke konten
Mutun.id

Tambahan

Al-Jazariyyah

الجزرية

Nazham tajwid untuk penguatan makharij, sifat huruf, dan kaidah bacaan.

Audio bacaan resmi

Dengarkan audio matan dari qari pilihan Anda, lompat per berkas, dan tonton rekaman videonya.

Matan
1
Pilihan qari
8
0803•8 pilihan bacaan

الجزرية

Sumber situs
Audio Matanالجزرية

عبد الله الزوري

00:00--:--

Muqaddimah

Bagian ini bukan materi hafalan. Ia membantu pembaca memahami tujuan kitab dan gambaran isi sebelum masuk ke matan.

Muqaddimah penerbit

Halaman 5 sampai 6 dari Turath.

Halaman 5

بسم الله الرحمن الرحيم المُقَدِّمَةُ الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ كِتَابَهُ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ، وَتَوَلَّى حِفْظَهُ وَصَانَهُ مِنْ أَيِّ تَحْرِيفٍ، وَمِنْ حِفْظِ اللَّهِ لِكِتَابِهِ: أَنْ سَخَّرَ عُلَمَاءَ صَنَّفُوا وَنَظَمُوا فِي بَيَانِ مَخَارِجِ حُرُوفِهِ وَصِفَاتِهِ، وَقَوَاعِدَ لِتَحْسِينِ تِلَاوَتِهِ، وَضَوَابِطَ فِي الوَقْفِ وَالِابْتِدَاءِ، وَالتَّعْلِيقَ عَلَيْهَا، وَمِنْ أُولَئِكَ: الإِمَامُ مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُحَمَّدٍ ابْنُ الجَزَرِيِّ فِي مَنْظُومَتِهِ المَوْسُومَةِ بِـ «المُقَدِّمَةُ فِيمَا عَلَى قَارِئِ القُرْآنِ أَنْ يَعْلَمَهُ». وَلِشُهْرَتِهَا وَتَعَدُّدِ شُرُوحِهَا وَتَلَقِّيهَا بِالقَبُولِ؛ حَقَّقْتُهَا ضِمْنَ سِلْسِلَةِ تَحْقِيقِ المُتُونِ الإِضَافِيَّةِ مِنْ «مُتُونُ طَالِبِ العِلْمِ»، مُعْتَمِدًا عَلَى نُسَخٍ خَطِّيَّةٍ نَفِيسَةٍ؛ لِتَظْهَرَ فِي أَبْهَى حُلَّةٍ كَمَا وَضَعَهَا النَّاظِمُ. وَقَدْ أَثْبَتُّ فِي حَوَاشِي هَذِهِ النُّسْخَةِ الفُرُوقَ بَيْنَ نُسَخِ المَخْطُوطَاتِ وَغَيْرَ ذَلِكَ، وَأَفْرَدْتُ نُسْخَةً أُخْرَى مُجَرَّدَةً مِنْ ذَلِكَ.

Terjemah Indonesia

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Pendahuluan Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga salam dan berkah Allah tercurah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada seluruh keluarganya dan para sahabatnya. Adapun setelah itu: Allah telah menurunkan Kitab-Nya dalam bahasa Arab yang jelas, dan Dia yang menjaganya serta melindunginya dari segala bentuk penyimpangan, dan sebagai bagian dari pemeliharaan Allah terhadap Kitab-Nya: Dia telah mengutus para ulama yang menyusun dan merumuskan penjelasan mengenai pelafalan huruf-hurufnya serta sifat-sifatnya, serta aturan-aturan untuk memperindah pembacaan-Nya, dan pedoman-pedoman mengenai tempat berhenti dan memulai bacaan, beserta penjelasan-penjelasan mengenai hal tersebut; dan di antara mereka adalah: Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin al-Jazari dalam puisinya yang berjudul «Al-Muqaddimah fi ma ‘ala qari’i al-Qur’an an ya’lamuhu». Dan karena ketenarannya, banyaknya tafsir yang menguraikannya, serta penerimaannya yang luas; saya telah mengeditnya sebagai bagian dari seri pengeditan teks-teks tambahan dari “Mutun Talib al-‘Ilm”, dengan mengacu pada naskah-naskah tulisan tangan yang berharga; agar kitab ini tampil dalam bentuk terbaik sebagaimana disusun oleh penulisnya. Dan saya telah mencantumkan dalam catatan kaki salinan ini perbedaan-perbedaan antara salinan-salinan manuskrip dan lainnya, dan saya menyajikan salinan lain yang telah dibersihkan dari hal-hal tersebut.

Halaman 6

وَجَعَلْتُ بَيْنَ يَدَيِ الكِتَابِ: مَنْهَجِي فِي التَّحْقِيقِ، وَوَصْفَ النُّسَخِ المُعْتَمَدَةِ فِي تَحْقِيقِ المَتْنِ، وَتَحْقِيقَ اسْمِ الكِتَابِ، وَتَرْجَمَةَ النَّاظِمِ، وَنَمَاذِجَ مِنَ المَخْطُوطَاتِ. أَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَنْفَعَ بِهَا، وَأَنْ يَجْعَلَ عَمَلَنَا فِيهَا خَالِصًا لِوَجْهِهِ الكَرِيمِ. وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ، وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. د. عبد المحسن بن محمد القاسم إمام وخطيب المسجد النبوي الشريف

Terjemah Indonesia

Dan saya cantumkan di awal buku ini: metodologi saya dalam proses verifikasi, deskripsi naskah-naskah yang dijadikan rujukan dalam verifikasi teks, serta verifikasi judul buku, biografi penyusun, dan contoh-contoh dari manuskrip-manuskrip tersebut. Saya memohon kepada Allah agar hal ini bermanfaat, dan agar Dia menjadikan usaha kami dalam hal ini semata-mata demi wajah-Nya yang mulia. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya. Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim Imam dan Khateeb Masjid Nabawi yang Mulia

Muqaddimah penulis

Halaman 51 sampai 53 dari Turath.

Halaman 51

بسم الله الرحمن الرحيم (^١) ١ - يَقُولُ رَاجِي عَفْوِ (^٢) رَبٍّ سَامِعِ (^٣) … مُحَمَّدُ (^٤) ابْنُ الجَزَرِيِّ الشَّافِعِي ٢ - الحَمْدُ لِلَّهِ وَصَلَّى اللَّهُ … عَلَى نَبِيِّهِ وَمُصْطَفَاهُ ٣ - مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ (^٥) … وَمُقْرِئِ القُرْآنِ مَعْ (^٦) مُحِبِّهِ (^٧) _________ (^١) في ج زيادة: «قال شيخنا شمس الدين، محمد بن محمد بن محمد، ابن الجزري، ﵀ رحمة واسعة وسامحه، آمين، آمين، هذه المنظومة في التجويد»، وفي هـ زيادة: «وبه ثقتي»، وفي ي زيادة: «وبه نستعين، رب تمم». (^٢) في ب، ج: «عفوَ» بالنصب، والمثبت من أ، هـ، و، ز، ح، ط، ي. قال القاري ﵀ - في المنح الفكرية في شرح الجزرية (ص ٤٥) -: «وجرَّ (عفوِ)؛ لكونه مضافًا إليه بالنسبة إلى سابقه، وإن كان مضافًا من جهة لاحقه، وتوهم بعضهم وجوَّز نصبه على أنه مفعول لاسم الفاعل بناءً على أنه من قبيل ﴿وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ﴾ حيث قرئ في الشواذ بنصبها، وليس كذلك؛ لعدم التوافق هنالك». (^٣) في ز، ي: «سامعي» بزيادة ياء. قال القاري ﵀ - في المنح الفكرية في شرح الجزرية (ص ٤٩) -: «ولا يَبْعُد أنْ يكونَ (سامعي) بياء الإضافة على الالتفات من الغَيبة إلى التَّكلم، وحينئذٍ إِمَّا أن يكون خبرًا بتقديرِ (كان)، أو بتقديرِ (هو) على أنَّ الجملة معترضة»، وقال أيضًا - (ص ٤٦) -: «بإشباع كسرة العين للوزن، وفي نُسخة: بإثبات ياء الإضافة»، وقال أيضًا - (ص ٤٤) -: «(سَامِعِ): بإشباع حركة العين على ما في الأصول المُحرَّرة، والنُّسخ المُعتبرة». (^٤) في ز: «محمدٌ» بالرَّفع المُنوَّن، وبه ينكسر الوزن، والمثبت من أ، ب، د، و، ح، ط، ي. (^٥) في هـ: «وصحبهْ» بسكون الهاء، والمثبت من أ، ب، ج، و، ز، ط، ي. (^٦) في ز: «معَ» بالفتح، وبه ينكسر الوزن، والمثبت من أ، ب، و، ط، ي. (^٧) في هـ: «محبهْ» بسكون الهاء، والمثبت من أ، ب، ج، و، ز، ط، ي.

Terjemah Indonesia

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (^1) 1 - Demikianlah kata Raji Afw (^2) kepada Tuhan Yang Maha Mendengar (^3) … Muhammad (^4) bin al-Jazari al-Syafi'i 2 - Segala puji bagi Allah, dan semoga Allah memberkati … Nabi-Nya dan orang yang dipilih-Nya 3 - Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya (^5) … serta pembaca Al-Qur’an bersama (^6) para pencinta-Nya (^7) _________ (^1) Dalam jilid J terdapat tambahan: «Kata Syaikh kami Syamsuddin, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad, putra al-Jazari, ﵀ semoga Allah melimpahkan rahmat yang luas kepadanya dan mengampuninya, amin, amin, ‘Ini adalah syair tentang tajwid’, dan dalam naskah h terdapat tambahan: «Dan kepadanya aku menaruh kepercayaan», dan dalam naskah y terdapat tambahan: «Dan dengannya kami memohon pertolongan, ya Tuhan sempurnakanlah». (^2) Dalam naskah B dan C: «‘afw’» dalam bentuk nasb, sedangkan bentuk aslinya terdapat dalam naskah A, H, W, Z, H, T, dan Y. Al-Qari ﵀ – dalam Al-Manh al-Fikri fi Sharh al-Jazariyah (hlm. 45) – berkata: “Dan (عفوِ) dalam keadaan jar; karena ia merupakan madaf (benda yang ditambahkan) terhadap kalimat sebelumnya, meskipun ia merupakan madaf dari sisi kalimat sesudahnya. Sebagian orang mengira dan mengizinkan penggunaan nasbnya sebagai maf’ul (objek) dari nama pelaku, berdasarkan bahwa ia sejenis dengan ﴿وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ﴾ di mana dalam bacaan yang tidak lazim (shawadh) dibaca dengan menaikkan posisinya, namun hal itu tidak benar; karena tidak ada kesesuaian di sana.” (^3) Dalam naskah Z dan Y: «sam’i» dengan tambahan huruf ya. Al-Qari ﵀ , dalam *Al-Manh al-Fikri* dalam tafsir *Al-Jazariyah* (hlm. 49) , berkata: «Tidak mustahil bahwa (sam’i) dengan huruf ya’ penambahan ini disebabkan oleh peralihan dari bentuk tidak langsung ke bentuk langsung, dan dalam hal ini, kata tersebut bisa jadi merupakan predikat dengan makna (kan), atau dengan makna (huwa), dengan asumsi bahwa kalimat tersebut bersifat interupsi», dan beliau juga berkata - (hlm. 46) -: «Dengan melebarkan bunyi kasra pada huruf ‘ain agar sesuai dengan irama, dan dalam salah satu naskah: dengan menambahkan huruf ya’ penambahan», serta beliau juga berkata - (hlm. 44) -: «(Sāmi‘): dengan melengkapi gerakan huruf ‘ayn sesuai dengan yang tercantum dalam naskah-naskah asli yang telah diedit dan salinan-salinan yang diakui». (^4) Dalam Z: «Muhammad» dengan rafa’ munawwan, dan hal ini merusak irama, sedangkan yang dipertahankan terdapat pada A, B, D, W, H, T, Y. (^5) Dalam H: «dan para sahabatnya» dengan huruf ha’ yang diam, dan bunyi yang dipertahankan berasal dari a, b, j, w, z, t, y. (^٦) Dalam z: «bersama» dengan bunyi fathah, dan hal ini memecah irama, dan bunyi yang dipertahankan berasal dari a, b, w, t, y. (^٧) Dalam huruf هـ: «محبهْ» dengan huruf هـ yang diam, dan huruf-huruf yang dipertahankan adalah أ, ب, ج, و, ز, ط, ي.

Halaman 52

٤ - وَبَعْدُ: إِنَّ هَذِهِ «مُقَدِّمَهْ (^١) … فِيمَا عَلَى قَارِئِهِ (^٢) أَنْ يَعْلَمَهْ (^٣)» ٥ - إِذْ وَاجِبٌ عَلَيْهِمُ (^٤) مُحَتَّمُ … قَبْلَ الشُّرُوعِ أَوَّلًا أَنْ يَعْلَمُوا (^٥) ٦ - مَخَارِجَ (^٦) الحُرُوفِ وَالصِّفَاتِ … لِيَلْفِظُوا (^٧) بِأَفْصَحِ اللُّغَاتِ ٧ - مُحَرِّرِي التَّجْوِيدِ وَالمَوَاقِفِ … وَمَا الَّذِي رُسِمَ (^٨) فِي المَصَاحِفِ _________ (^١) في أ، ب: «مقدّمه» بفتح الدَّال وكسرها، والمثبت من و، ز، ح، ط، ي. قال عبد الدَّائم الأزهريُّ ﵀ - في الطِّرَازاتِ المُعْلَمَة (ص ٨٤) -: «(مقدِّمة) بكسر الدَّال على الأفصح»، وقال زكريَّا الأنصاريُّ ﵀ - في الدقائق المُحْكَمة (ص ٢٥) -: «(مقدِّمة) بكسر الدَّال على الأشهر، كمقدِّمة الجيش للجماعة المتقدمة منه …، وبفتحها - على قلَّة - كمُقدَّمة الرَّحل». (^٢) في ب، د، هـ، ط: «القارئ». (^٣) في ب، د، هـ: «يُعَلَّمَهْ»، وفي ط: «يُعَلِّمَهْ»، وفي ي: «أن يفهمه»، والمثبت من أ، ج، و، ز، ح، وحاشية ي، وفي حاشية ط: «وفي بعض النسخ: (فيما على قارئه أن يعلمه)؛ وهذا أحسنُ». (^٤) في ي: «عليهمْ» بالسكون، وبه ينكسر الوزن، والمثبت من أ، ب، ج، د، هـ، و، ز، ح، ط. قال القاري ﵀ - في المنح الفكرية (ص ٦٥) -: «(إذ واجب عليهمُ محتَّمُ) بإشباع ضمَّة الميمين». (^٥) في ح: «تَعَلَّمُ»، وفي ز بدل «أَنْ يَعْلَمُوا»: «تَعَلُّمُ». (^٦) في ز: «مخارجِ» بالجرِّ، والمثبت من أ، ب، ج، د، و، ح، ط، ي. قال طَاش كُبْري زادهْ ﵀ - في شرح الجزرية (ص ٥٩) -: «(مخارجَ) نُصِب على المفعولية من (يعلموا) في آخر البيت السابق، وأُضِيف إلى الحروف». (^٧) في ي: «لِيَلفظوا» بضم الفاء وكسرها، والمثبت من أ، ب، ج، هـ، و، ز، ح، ط. قال الرَّازِيُّ ﵀ - في مختار الصحاح (ص ٢٨٣) -: «ولَفَظَ بالكلام، وتلفَّظ به: تكلَّم به، وبابها: ضَرَبَ». (^٨) في ط، ي: «رُسِّمَ» بكسر السين مشددة، والمثبت من أ، ب، د، هـ، و، ز، ح. قال القاري ﵀ - في المنح الفكرية (ص ٦٨) -: «(رُسِّمَ): بتشديد السين المكسورة، وفي نسخة: بتخفيفه».

Terjemah Indonesia

4 - Selanjutnya: Sesungguhnya ini adalah «pengantar (^1) … mengenai hal-hal yang harus diketahui (^3) oleh pembacanya (^2)» 5 - Karena merupakan kewajiban mutlak bagi mereka (^4) … sebelum memulai, pertama-tama mereka harus mengetahui (^5) 6 - titik-titik pengucapan (^6) huruf-huruf dan ciri-cirinya … agar mereka mengucapkannya (^7) dengan bahasa yang paling jelas 7 - Para ahli tajwid dan intonasi … serta apa yang telah ditetapkan (^8) dalam Al-Qur’an _________ (^1) Dalam A, B: «Mukaddimah» dengan huruf dal terbuka dan tertutup, dan yang ditetapkan dalam W, Z, H, T, Y. Kata Abd al-Da’im al-Azhari ﵀ , dalam al-Tirazat al-Mu’allamah (hlm. 84) -: «(Mukaddimah) dengan huruf dal yang dikasrah menurut bacaan yang paling jelas», dan Zakariya al-Ansari ﵀ berkata - dalam al-Daqaiq al-Muhkama (hlm. 25) -: «(Pengantar) dengan mengucapkan huruf dal dengan kasrah sesuai dengan bacaan yang paling umum, seperti pasukan pengawal bagi kelompok yang berada di depannya …, dan dengan membacanya dengan fathah - meskipun jarang - seperti pasukan pengawal dalam perjalanan.» (^2) Dalam naskah B, D, H, dan T: “Pembaca.” (^3) Dalam naskah B, D, dan H: “diajarkan kepadanya,” dan dalam naskah T: «dia mengajarkannya», dan dalam Y: «agar memahaminya», serta yang tetap dalam A, J, W, Z, H, dan catatan kaki Y, serta dalam catatan kaki T: «Dan dalam beberapa salinan: (tentang apa yang harus diajarkan oleh pembacanya); dan ini lebih baik». (^4) Dalam Y: “عليهمْ” dengan sukun, dan hal ini merusak irama, sedangkan yang terkonfirmasi terdapat pada A, B, C, D, E, F, G, H, dan T. Al-Qari ﵀ – dalam Al-Manh al-Fikriyah (hlm. 65) – berkata: «(Karena kewajiban atas mereka itu mutlak) dengan melafalkan huruf mim ganda dengan bunyi penuh». (^5) Dalam naskah H: «تَعَلَّمُ», dan dalam naskah Z sebagai pengganti «أَنْ يَعْلَمُوا»: «تَعَلُّمُ». (^٦) Dalam huruf z: «mukharaj», dengan kasus genitif, dan bentuknya tetap seperti pada huruf a, b, c, d, w, h, t, y. Tash Kubri Zadeh ﵀ berkata , dalam *Syarh al-Jazariyah* (hlm. 59) ,: «(Makhaj) ditempatkan sebagai objek dari (ya'lamu) pada akhir bait sebelumnya, dan ditambahkan ke huruf-huruf tersebut». (^7) Dalam salinan Y: «līyafdhu» dengan huruf f yang di-damma dan di-kasra, dan yang terkonfirmasi dari salinan A, B, C, E, F, Z, H, dan T. Al-Razi ﵀ - dalam Mukhtar al-Sahah (hal. 283) -: «Dan mengucapkan kata-kata, serta mengucapkannya: berbicara dengannya, dan babnya: menuturkannya». (^8) Dalam teks ط dan ي: «رُسِّمَ» dengan huruf سين yang dipatahkan dan ditekan, dan yang dikonfirmasi terdapat pada naskah a, b, d, e, f, g, dan h. Al-Qari ﵀ berkata , dalam Al-Manh al-Fikriyah (hal. 68) ,: «(رُسِّمَ): dengan huruf sin yang dikeraskan dan diucapkan dengan bunyi patah, dan dalam salinan lain: dengan huruf sin yang dilembutkan».

Halaman 53

٨ - مِنْ كُلِّ مَقْطُوعٍ وَمَوْصُولٍ بِهَا … وَتَاءِ أُنْثَى لَمْ تَكُنْ تُكْتَبْ (^١) بِـ «هَا» _________ (^١) في ح: «تكتبُ» بالرَّفع، وبه ينكسر الوزن، والمثبت من أ، ب، ج، د، هـ، و، ز، ط، ي. قال القاري ﵀ - في المنح الفكرية (ص ٧٠) -: «و(تكتبْ) في الأصل مرفوع؛ لأنه خبر كان، وإنما أُدغِم على مذهب السوسي في الإدغام الكبير».

Terjemah Indonesia

8 - Dari setiap kata yang terputus dan yang terhubung dengannya … dan huruf ta’ untuk bentuk feminin yang tidak ditulis (^1) dengan «ha» _________ (^1) Dalam naskah H: “tukutbu” dalam bentuk raf’ (nominatif), yang menyebabkan irama kalimat terganggu; sedangkan bacaan yang dikonfirmasi terdapat pada naskah A, B, C, D, E, F, G, H, dan I. Al-Qari ﵀ - dalam Al-Manh al-Fikri (hal. 70) - berkata: «Dan (tukutb) pada aslinya dalam bentuk raf’ (nominatif); karena merupakan khabar dari kata ‘kan’, namun kemudian disatukan (adgham) sesuai mazhab al-Susi dalam idgham besar».

Catatan terjemah

DeepL draft dari teks Arab Turath. Belum direview ahli ilmu. Gunakan bagian ini sebagai orientasi awal, dan rujuk guru atau syarah terpercaya untuk pemahaman rinci.