Muqaddimah
Bagian ini bukan materi hafalan. Ia membantu pembaca memahami tujuan kitab dan gambaran isi sebelum masuk ke matan.
Muqaddimah penerbit
Halaman 1 sampai 4 dari Turath.
Halaman 1
بسم الله الرحمن الرحيم المُقدِّمة الحمدُ للَّه ربِّ العالمين، والصَّلاةُ والسَّلامُ على نبيِّنا محمَّدٍ، وعلى آله وأصحابه أجمعين. أمَّا بعد: فقد أنزلَ اللَّهُ كتابَه على النَّاس، ووعَد بحفظِه، ومنَّ على المؤمنين ببِعثةِ النَّبيِّ ﷺ، وكان الصَّحابةُ ﵃ ينقلون للأمَّة أقوالَ النَّبيِّ ﷺ وأفعالَه وتقريراتِه وأوصافَه، ثمَّ نقلَها مَنْ بعدَهم إلى مَنْ يليهِم. ثمَّ دوَّن جهابذةُ العلماءِ سُنَّةَ النَّبيِّ ﷺ على المسانيد والجوامع والسُّنن والمستخرجات، وبيَّنوا صحيحَها من سقيمِها، وأسَّسوا علمَ الجرح والتَّعديل، وتنوَّعت جهود العلماء في ذلك، فكان القاضي الحسن بن عبد الرَّحمن الرَّامَهُرْمُزِيُّ ﵀ (ت ٣٦٠ هـ) أوَّلَ مَنْ أفردَ علمَ أصول الحديث بالتَّصنيف، في كتابٍ سمَّاه: «المُحَدِّثَ الفاصِلَ بين الرَّاوي والوَاعي». ثمَّ تلاه الحافظ أبو عبد اللَّه الحاكم النَّيسابوريُّ ﵀ (ت ٤٠٥ هـ)،
Terjemah Indonesia
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang Pendahuluan Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada seluruh keluarga dan para sahabatnya. Adapun setelah itu: Allah telah menurunkan Kitab-Nya kepada manusia, dan berjanji untuk menjaganya, serta menganugerahi orang-orang beriman dengan diutusnya Nabi ﷺ, dan para Sahabat ﵃ menyampaikan kepada umat ucapan Nabi ﷺ, perbuatannya, keputusan-keputusannya, dan sifat-sifatnya, kemudian generasi setelah mereka meneruskannya kepada generasi berikutnya. Kemudian para ulama terkemuka mencatat Sunnah Nabi ﷺ dalam kitab-kitab Musnad, Jami’, Sunan, dan Mustahkrat, dan membedakan yang sahih dari yang lemah, serta meletakkan dasar ilmu jarh wa ta’dil; upaya para ulama dalam hal ini pun beragam, sehingga Al-Qadi Al-Hasan bin ‘Abd al-Rahman al-Ramahurmuzi ﵀ (wafat 360 H) adalah orang pertama yang memisahkan ilmu usul hadits ke dalam sebuah klasifikasi tersendiri, dalam sebuah kitab yang ia beri judul: «Al-Muhaddith al-Fasil bayna al-Rawi wa al-Wa’i». Kemudian disusul oleh Al-Hafiz Abu ‘Abdullah Al-Hakim Al-Naysaburi ﵀ (wafat 405 H),
Halaman 2
فصنَّف كتابًا خفيفًا يشتمل على أنواعِ علم الحديث بمحاسن فيه لم يُسبَق إليها، عامدًا في ذلك إلى سلوك الاختصار، دون الإطنابِ والإكثارِ، وسمَّاه: «معرفةَ علومِ الحديث وكمِّيَّة أجناسِه». ثمَّ نقَّح الحافظُ أبو عمرٍو عثمان الشَّهرزوريُّ المشهور بابن الصَّلاح ﵀ (ت ٦٤٣ هـ) كتابَ الحاكم، وهذَّبه واستدركَ ما فاته، واعتنى بتصانيف الخطيب البغداديِّ ﵀ (ت ٤٦٣ هـ)، فجَمَعَ شتاتَ مقاصدها، وضمَّ إليها مِنْ غيرِها نُخَبَ فوائِدِها؛ في مصنَّفٍ سمَّاه: «معرفةَ أنواع علوم الحديث»، فاجتمعَ في كتابه ما تفرَّق في غيره، فعكف النَّاسُ عليه وساروا بسيره، وحاموا في حماه، ما بين شارحٍ له، ومُختصِرٍ، ومُستدرِكٍ عليه، ومُقتَصِرٍ. ثمَّ انْبَرى الحافظُ أبو الفضلِ زينُ الدِّين عبد الرَّحيم بن الحُسَيْن العراقيُّ ﵀ (ت ٨٠٦ هـ)، فنَظَمَ ما حواه كتابُ الحافظ ابنِ الصَّلاحِ مع إيضاحاتٍ له، وزياداتٍ واستدراكاتٍ، في أرجوزةٍ حَوَتْ ألفَ بيتٍ وبيتين، سمَّاها: «التَّبْصِرَةَ والتَّذكِرَةَ في عُلومِ الحَديثِ»، وكتب عليها شرحًا حافلًا، فتسابق أهلُ العلم إليها ما بين حافظٍ لها، وشارحٍ، فَسَارَت في الآفاق. ولأهمِّيَّتها حقَّقْتُهَا - ضِمنَ سلسلة المتون الإضافيَّة من متون طالب العلم - على عددٍ كبيرٍ من أحسنِ أُصولِها الخطِّيَّة؛ لتَظْهَرَ للقُرَّاء والحُفَّاظ كما وَضَعَها ناظمُها، ومَيَّزتُ زِيَادَاتِهِ عَلَى أَصْلِهَا بِاللَّوْنِ الأَحْمَرِ
Terjemah Indonesia
Maka ia menyusun sebuah buku ringkas yang mencakup berbagai jenis ilmu hadits dengan keunggulan-keunggulan yang belum pernah ada sebelumnya, dengan sengaja mengutamakan kesederhanaan, tanpa bertele-tele atau berlebihan, dan menamainya: «Pengetahuan Ilmu Hadis dan Jumlah Jenis-jenisnya». Kemudian, Al-Hafiz Abu Amr Utsman Al-Shahrazuri, yang terkenal dengan nama Ibn Al-Salaah ﵀ (wafat 643 H) menyunting buku Al-Hakim tersebut, memperbaikinya, melengkapi bagian-bagian yang terlewat, serta memperhatikan karya-karya Al-Khatib Al-Baghdadi ﵀ (wafat 463 H.), lalu mengumpulkan bagian-bagian yang tersebar dari tujuan-tujuannya, serta menambahkan ke dalamnya pilihan manfaat-manfaat terbaik dari karya-karya lain; dalam sebuah karya yang ia beri judul: «Pengetahuan tentang Jenis-jenis Ilmu Hadis», sehingga dalam bukunya terkumpul apa yang tersebar di karya-karya lain. Akibatnya, orang-orang pun tekun mempelajarinya, mengikuti jejaknya, dan membelanya, baik dengan menafsirkannya, meringkasnya, melengkapi kekurangannya, maupun mengutamakan bagian-bagian tertentu darinya. Kemudian, Al-Hafiz Abu al-Fadl Zain al-Din ‘Abd al-Rahim bin al-Husain al-‘Iraqi ﵀ (wafat 806 H), menyusun kembali isi kitab Al-Hafiz Ibn al-Salah beserta penjelasannya, tambahan, dan koreksi, dalam sebuah puisi berima yang terdiri dari seribu baris dan dua baris, yang ia beri judul: «Al-Tabṣira wa al-Tadhkira fi 'Ulum al-Hadits», dan ia menuliskan penjelasan yang sangat lengkap di dalamnya, sehingga para ulama berlomba-lomba mempelajarinya, baik sebagai penghafal maupun penafsir, sehingga karya ini tersebar luas. Dan karena pentingnya karya ini, saya telah mengeditnya,sebagai bagian dari seri teks-teks tambahan dalam seri “Matan Talib al-‘Ilm”,berdasarkan sejumlah besar naskah asli terbaiknya; agar dapat dipahami oleh para pembaca dan para penghafal sebagaimana disusun oleh penulisnya, dan saya menandai tambahan-tambahannya pada teks aslinya dengan warna merah.
Halaman 3
وَقَدْ حَذَفْتُ مِنْ هَذِهِ النُّسْخَةِ حَوَاشِيَ التَّحْقِيقِ المُتَضَمِّنَةَ لِذِكْرِ فُرُوقِ النُّسَخِ، وَتَوْثِيقِ المَسَائِلِ، وَشَرْحِ الغَرِيبِ، وَبَيَانِ المُشْكِلِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ، وَأَثْبَتُّ جَمِيعَ ذَلِكَ فِي نُسْخَةٍ أُخْرَى. أسأل اللَّه أن ينفعَ بهذا العملِ، وأن يجعلَ عملَنا خالصًا لوجهِه الكريم. وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. د. عبد المحسن بن محمد القاسم إمام وخطيب المسجد النبوي فرغتُ منه في العَاشر مِنْ شهرِ اللَّه المُحرَّم من عامِ أَلفٍ وأَربعِ مِئةٍ واثْنَينِ وأَرْبَعِينَ مِنْ الهِجْرة (١٠/ ٠١/ ١٤٤٢ هـ)
Terjemah Indonesia
Dan saya telah menghapus dari salinan ini catatan-catatan verifikasi yang memuat penjelasan mengenai perbedaan-perbedaan antarsalinan, serta dokumentasi masalah-masalah, penjelasan kata-kata yang tidak lazim, klarifikasi hal-hal yang membingungkan, dan sebagainya, dan saya mencatat semuanya itu dalam salinan lain. Saya memohon kepada Allah agar karya ini bermanfaat, dan agar Dia menjadikan usaha kami semata-mata demi wajah-Nya yang mulia. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam-Nya kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada seluruh keluarganya dan para sahabatnya. Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim Imam dan Khateeb Masjid Nabawi Saya menyelesaikannya pada tanggal sepuluh bulan Allah al-Muharram tahun seribu empat ratus empat puluh dua Hijriah (10/01/1442 H)
Halaman 4
التَّبْصِرَةُ وَالتَّذْكِرَةُ فِي عُلُوم الحَدِيثِ (أَلْفِيَّةُ العِرَاقِي)
Terjemah Indonesia
Wawasan dan Pengingat dalam Ilmu Hadis (Al-Alfiyah al-Iraqi)
Muqaddimah penulis
Halaman 9 sampai 9 dari Turath.
Halaman 9
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١. يَقُولُ رَاجِي رَبِّهِ الْمُقْتَدِرِ … عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ الْحُسَيْنِ الْأَثَرِي ٢. مِنْ بَعْدِ حَمْدِ اللَّهِ ذِي الْآلَاءِ … عَلَى امْتِنَانٍ جَلَّ عَنْ إِحْصَاءِ ٣. ثُمَّ صَلَاةٍ وَسَلَامٍ دَائِمِ … عَلَى نَبِيِّ الْخَيْرِ ذِي الْمَرَاحِمِ ٤. فَهَذِهِ الْمَقَاصِدُ الْمُهِمَّهْ … تُوضِحُ مِنْ عِلْمِ الْحَدِيثِ رَسْمَهْ ٥. نَظَمْتُهَا تَبْصِرَةً لِلْمُبْتَدِي … تَذْكِرَةً لِلْمُنْتَهِي وَالْمُسْنِدِ ٦. لَخَّصْتُ فِيهَا ابْنَ الصَّلَاحِ أَجْمَعَهْ … وَزِدْتُهَا عِلْمًا تَرَاهُ مَوْضِعَهْ ٧. فَحَيْثُ جَاءَ الْفِعْلُ وَالضَّمِيرُ … لِوَاحِدٍ وَمَنْ لَهُ مَسْتُورُ ٨. كَـ «قَالَ» أَوْ أَطْلَقْتُ لَفْظَ «الشَّيْخِ» مَا … أُرِيدُ إِلَّا ابْنَ الصَّلَاحِ مُبْهَمَا ٩. وَإِنْ يَكُنْ لِاثْنَيْنِ نَحْوُ: «الْتَزَمَا» … فَمُسْلِمٌ مَعَ الْبُخَارِيِّ هُمَا ١٠. وَاللَّهَ أَرْجُو فِي أُمُورِي كُلِّهَا … مُعْتَصَمًا فِي صَعْبِهَا وَسَهْلِهَا
Terjemah Indonesia
Atas nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang 1. Demikianlah kata seorang yang memohon kepada Tuhannya yang Maha Kuasa … ‘Abd al-Rahim bin al-Husain al-Athari 2. Setelah memuji Allah Yang Maha Pemilik Karunia … atas nikmat-Nya yang terlalu agung untuk dihitung 3. Kemudian salam dan berkah yang abadi … bagi Nabi yang penuh kebaikan dan belas kasihan 4. Maka tujuan-tujuan penting ini … menjelaskan gambaran ilmu hadits 5. Aku menyusunnya sebagai panduan bagi pemula … dan sebagai pengingat bagi para ahli dan perawi 6. Aku merangkum di dalamnya seluruh karya Ibn al-Salah … dan menambahkannya dengan ilmu yang tempatnya jelas bagimu 7. Maka di mana pun kata kerja dan kata ganti … merujuk pada satu orang atau yang tersembunyi 8. Seperti kata “قَالَ” atau ketika saya menggunakan istilah “الشيخ” … yang saya maksud hanyalah Ibn al-Salah tanpa penyebutan nama 9. Dan jika merujuk pada dua orang seperti: “mereka berdua” … maka keduanya adalah Muslim dan al-Bukhari 10. Dan demi Allah, aku berharap dalam segala urusanku … ada penopang dalam kesulitannya maupun kemudahan
Catatan terjemah
DeepL draft dari teks Arab Turath. Belum direview ahli ilmu. Gunakan bagian ini sebagai orientasi awal, dan rujuk guru atau syarah terpercaya untuk pemahaman rinci.