Muqaddimah
Bagian ini bukan materi hafalan. Ia membantu pembaca memahami tujuan kitab dan gambaran isi sebelum masuk ke matan.
Muqaddimah penerbit
Halaman 2 sampai 7 dari Turath.
Halaman 2
بسم اللَّه الرحمن الرحيم المُقَدِّمَةُ الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَقَدْ بَيَّنَ اللَّهُ تَعَالَى الدِّينَ، وَأَقَامَ لَهُ الحُجَجَ وَالبَرَاهِينَ، وَجَلَّاهُ لِلْخَلْقِ، ثُمَّ زَاغَ أَقْوَامٌ عَنْ دِينِ اللَّهِ وَأَلْقَوْا شُبُهَاتٍ عَلَيْهِ، وَأَخْبَرَ تَعَالَى أَنَّ حُجَجَ أَهْلِ البَاطِلِ دَاحِضَةٌ، وَأَنَّ كُلَّ مَا يُلْقُونَهُ مِنْ شُبَهٍ فَإِنَّ الحَقَّ سَيَدْمَغُهُ، قَالَ سُبْحَانَهُ: ﴿ولا يأتونك بمثلٍ إلا
Terjemah Indonesia
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Pendahuluan Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga salam dan berkah Allah tercurah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada seluruh keluarganya dan para sahabatnya. Adapun setelah itu: Allah Yang Maha Tinggi telah menjelaskan agama ini, dan menetapkan bukti-bukti serta argumen-argumen untuknya, serta menjelaskannya kepada seluruh makhluk, namun kemudian ada sekelompok orang yang menyimpang dari agama Allah dan melontarkan keraguan terhadapnya, dan Allah Yang Maha Tinggi telah memberitahukan bahwa argumen-argumen kaum yang sesat itu dapat dibantah, dan bahwa segala keraguan yang mereka lemparkan, kebenaran akan membantahnya, firman-Nya yang Maha Suci: ﴿Dan mereka tidak akan mendatangkan kepadamu suatu perumpamaan kecuali
Halaman 3
جئناك بالحق وأحسن تفسيرا﴾ قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ ﵀: «﴿ولا يأتونك بمثلٍ﴾ أَيْ: بِحُجَّةٍ وَشُبْهَةٍ ﴿إِلا جِئْنَاكَ بِالحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا﴾ أَيْ: وَلَا يَقُولُونَ قَوْلًا يُعَارِضُونَ بِهِ الحَقَّ، إِلَّا أَجَبْنَاهُمْ بِمَا هُوَ الحَقُّ فِي نَفْسِ الأَمْرِ، وَأَبْيَنُ وَأَوْضَحُ وَأَفْصَحُ مِنْ مَقَالَتِهِمْ» (^١). وَقَدْ تَنَوَّعَتْ شُبَهُ المُبْطِلِينَ؛ مِنْ طَعْنٍ فِي ذَاتِ اللَّهِ، وَفِي دِينِهِ، وَفِي نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَمِمَّا جَادَلُوا فِيهِ تَوْحِيدُ الأُلُوهِيَّةِ، فَأَثَارُوا الشُّبَهَ عَلَى أَهْلِ الحَقِّ، وَأَلْبَسُوا شِرْكَهُمْ وَتَنْدِيدَهُمْ ثَوْبَ التَّوْحِيدِ زُورًا. _________ (^١) تفسير القرآن العظيم (٦/ ٣٣٧).
Terjemah Indonesia
“Kami telah membawa kepadamu kebenaran dan penafsiran yang paling baik.” Ibn Kathir ﵀ berkata: «﴿Dan mereka tidak akan datang kepadamu dengan perumpamaan﴾ artinya: dengan argumen dan dalih ﴿kecuali Kami telah datang kepadamu dengan kebenaran dan penjelasan yang paling baik﴾ Artinya: Dan mereka tidak akan mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan kebenaran, kecuali Kami akan menjawab mereka dengan apa yang sebenarnya benar dalam hal tersebut, dan lebih jelas, lebih terang, serta lebih fasih daripada ucapan mereka» (^1). Dan telah beragamlah dalih-dalih para penolak; mulai dari menyerang keesaan Allah, agama-Nya, dan Nabi-Nya Muhammad ﷺ, serta di antaranya adalah perdebatan mengenai tauhid al-uluhiyyah, sehingga mereka menimbulkan keraguan terhadap para penganut kebenaran, dan menyamarkan kesyirikan serta kecaman mereka dengan kedok tauhid secara palsu. _________ (^1) Tafsir Al-Qur’an al-‘Azim (6/337).
Halaman 4
وَانْبَرَى لِرَدِّ هَذِهِ الشُّبَهِ جَهَابِذَةُ العُلَمَاءِ عَلَى مَرِّ العُصُورِ، وَمِنْ أُولَئِكَ الأَفْذَاذِ إِمَامُ الدَّعْوَةِ الشَّيْخُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الوَهَّابِ ﵀، فَقَدْ دَعَا إِلَى تَوْحِيدِ العِبَادَةِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ عَامًا، وَعَارَضَهُ أَهْلُ البَاطِلِ، وَأَثَارُوا شُبَهًا وَاهِيَةً عَلَى تَوْحِيدِ الأُلُوهِيَّةِ، فَحَصَرَهَا؛ ثُمَّ أَجَابَ عَنْ كُلِّ شُبْهَةٍ بِمَا يُجَلِّي ظَلَامَهَا، فِي مُصَنَّفٍ سَمَّاهُ: «كَشْفُ الشُّبُهَاتِ». وَلَا تَكَادُ تَجِدُ شُبْهَةً عَلَى مَرِّ الأَزْمَانِ فِي تَوْحِيدِ الأُلُوهِيَّةِ إِلَّا وَالجَوَابُ عَنْهَا مَسْطُورٌ فِي هَذَا الكِتَابِ، فَكَانَ كِتَابًا فَرِيدًا فِي بَابِهِ، مُجَلِّيًا لِلْحَقِّ، مُدْحِضًا لِكُلِّ شُبْهَةٍ بِالرَّدِّ عَلَيْهَا مِنَ الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَالإِجْمَاعِ وَأَقْوَالِ الصَّحَابَةِ وَغَيْرِ ذَلِكَ.
Terjemah Indonesia
Dan para ulama terkemuka dari berbagai zaman pun berupaya membantah keraguan-keraguan ini, dan di antara para tokoh terkemuka tersebut adalah Imam Da’wah, Syaikh Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab ﵀, ia telah menyerukan tauhid dalam ibadah selama lebih dari tujuh puluh tahun, dan orang-orang yang menyimpang menentangnya, serta mengemukakan keraguan-keraguan yang lemah mengenai tauhid al-uluhiyah, sehingga beliau membantahnya; kemudian ia menjawab setiap keraguan dengan penjelasan yang menghilangkan kegelapannya, dalam sebuah kitab yang ia beri judul: “Kashf al-Shubhat”. Dan hampir tidak ada keraguan sepanjang masa mengenai tauhid al-uluhiyyah kecuali jawabannya telah tertulis dalam buku ini, sehingga buku ini menjadi karya yang unik dalam bidangnya, yang menerangkan kebenaran, membantah setiap keraguan dengan membalasnya berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, perkataan para Sahabat, dan sebagainya.
Halaman 5
وَلِأَهَمِّيَّتِهِ حَقَّقْتُهُ ضِمْنَ سِلْسِلَةِ تَحْقِيقِ المُتُونِ الإِضَافِيَّةِ مِنْ «مُتُونُ طَالِبِ العِلْمِ»، مُعْتَمِدًا عَلَى نُسَخٍ خَطِّيَّةٍ نَفِيسَةٍ؛ لِيَكُونَ مُعِينًا عَلَى ثَبَاتِ أَهْلِ الحَقِّ، وَتَمَسُّكِهِمْ بِدِينِهِمْ، وَزِيَادَةِ يَقِينِهِمْ بِصِحَّةِ مَا هُمْ عَلَيْهِ مِنَ المُعْتَقَدِ الصَّحِيحِ؛ وَلِيَكُونَ دَعْوَةً لِأَهْلِ الضَّلَالَةِ إِلَى سُلُوكِ سَبِيلِ الهِدَايَةِ. وَقَدْ جَرَّدْتُ هَذِهِ النُّسْخَةَ مِنْ حَوَاشِي الفُرُوقِ بَيْنَ نُسَخِ المَخْطُوطَاتِ وَغَيْرِ ذَلِكَ؛ لِيَسْهُلَ عَلَى الطَّالِبِ الحِفْظُ، وَأَثْبَتُّ جَمِيعَ ذَلِكَ فِي نُسْخَةٍ أُخْرَى. أَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَنْفَعَ بِهِ، وَأَنْ يَجْعَلَ عَمَلَنَا فِيهِ خَالِصًا لِوَجْهِهِ الكَرِيمِ.
Terjemah Indonesia
Dan karena pentingnya karya ini, saya mengeditnya sebagai bagian dari rangkaian penyuntingan teks-teks pelengkap dari «Mutun Talib al-Ilm», dengan mengacu pada naskah-naskah tulisan tangan yang berharga; agar dapat menjadi penolong bagi keteguhan kaum yang berada di jalan kebenaran, serta keteguhan mereka dalam memegang agama mereka, serta meningkatkan keyakinan mereka akan kebenaran keyakinan yang mereka anut; serta agar menjadi seruan bagi kaum yang sesat untuk menempuh jalan petunjuk. Dan saya telah menghilangkan dari salinan ini catatan-catatan mengenai perbedaan antara salinan-salinan manuskrip dan hal-hal lainnya; agar memudahkan para pelajar dalam menghafalnya, dan saya mencatat semua itu dalam salinan lain. Saya memohon kepada Allah agar kitab ini bermanfaat, dan agar usaha kami dalam menyusunnya murni semata-mata demi keridhaan-Nya yang mulia.
Halaman 6
وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ، وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. فَرَغْتُ مِنْهُ فِي ١٦/ ١١/ ١٤٤١ هـ
Terjemah Indonesia
Semoga Allah memberkati dan melimpahkan salam kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya. Saya telah menyelesaikannya pada tanggal 16/11/1441 H
Halaman 7
كَشَفُ الشُبُهَاتِ لِإمَامِ الدَّعوَةِ الشَّيخ مُحَمَّدِ بِنْ عَبْدِ الوَهَّابِ بِنْ سُلَيمَانَ التَّمِيميّ ﵀ (١١١٥ هـ - ١٢٠٦ هـ)
Terjemah Indonesia
Menghilangkan Keraguan Oleh Imam Da’wah, Syaikh Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab bin Sulaiman al-Tamimi ﵀ (1115 H - 1206 H)
Muqaddimah penulis
Halaman 11 sampai 14 dari Turath.
Halaman 11
بسم اللَّه الرحمن الرحيم [مُقَدِّمَةٌ فِي بَيَانِ حَقِيقَةِ دِينِ المُرْسَلِينَ وَمَا دَعَوْا إِلَيْهِ، وَحَقِيقَةِ دِينِ المُشْرِكِينَ وَمَا كَانُوا عَلَيْهِ] اعْلَمْ - رَحِمَكَ اللَّهُ -: أَنَّ التَّوْحِيدَ هُوَ: إِفْرَادُ اللَّهِ بِالعِبَادَةِ، وَهُوَ دِينُ الرُّسُلِ الَّذِي أَرْسَلَهُمُ اللَّهُ بِهِ إِلَى عِبَادِهِ. فَأَوَّلُهُمْ نُوحٌ ﵇، أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى قَوْمِهِ لَمَّا غَلَوْا فِي الصَّالِحِينَ - وَدٍّ، وَسُوَاعٍ، وَيَغُوثَ، وَيَعُوقَ، وَنَسْرٍ -. وَآخِرُ الرُّسُلِ مُحَمَّدٌ ﷺ، وَهُوَ الَّذِي كَسَّرَ صُوَرَ هَؤُلَاءِ الصَّالِحِينَ.
Terjemah Indonesia
Atas nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang [Pengantar mengenai penjelasan hakikat agama para rasul dan apa yang mereka ajarkan, serta hakikat agama para penyembah berhala dan apa yang mereka anut] Ketahuilah , semoga Allah merahmatimu ,: bahwa tauhid itu adalah: mengkhususkan Allah dalam ibadah, dan itulah agama para rasul yang diutus Allah kepada hamba-hamba-Nya. Yang pertama di antara mereka adalah Nuh ﵇, yang diutus Allah kepada kaumnya ketika mereka berlebihan dalam menyembah para orang saleh , Wadd, Suwa’, Yaghuth, Ya’uq, dan Nasr. Dan utusan terakhir adalah Muhammad ﷺ, dan dialah yang menghancurkan patung-patung orang-orang saleh tersebut.
Halaman 12
أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى أُنَاسٍ يَتَعَبَّدُونَ، وَيَحُجُّونَ، وَيَتَصَدَّقُونَ، وَيَذْكُرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا، وَلَكِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ بَعْضَ المَخْلُوقَاتِ وَسَائِطَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ اللَّهِ - يَقُولُونَ: نُرِيدُ مِنْهُمُ التَّقَرُّبَ إِلَى اللَّهِ، وَنُرِيدُ شَفَاعَتَهُمْ عِنْدَهُ - مِثْلَ المَلَائِكَةِ، وَعِيسَى، وَمَرْيَمَ، وَأُنَاسٍ غَيْرِهِمْ مِنَ الصَّالِحِينَ. فَبَعَثَ اللَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ يُجَدِّدُ لَهُمْ دِينَ أَبِيهِمْ إِبْرَاهِيمَ، وَيُخْبِرُهُمْ أَنَّ هَذَا التَّقَرُّبَ وَالِاعْتِقَادَ مَحْضُ حَقِّ اللَّهِ، لَا يَصْلُحُ مِنْهُ شَيْءٌ لَا لِمَلَكٍ مُقَرَّبٍ، وَلَا لِنَبِيٍّ مُرْسَلٍ؛ فَضْلًا عَنْ غَيْرِهِمَا.
Terjemah Indonesia
Allah mengutusnya kepada orang-orang yang beribadah, menunaikan haji, bersedekah, dan sering mengingat Allah, namun mereka menjadikan sebagian makhluk sebagai perantara di antara mereka dan Allah , mereka berkata: “Kami ingin melalui mereka mendekatkan diri kepada Allah, dan kami ingin syafaat mereka di hadapan-Nya , seperti para malaikat, Isa, dan Maryam, dan orang-orang saleh lainnya. Maka Allah mengutus Muhammad ﷺ untuk menghidupkan kembali bagi mereka agama ayah mereka, Ibrahim, dan memberitahukan kepada mereka bahwa mendekati-Nya dan keyakinan ini semata-mata hak Allah, tidak ada bagian darinya yang pantas bagi malaikat yang dekat dengan-Nya, maupun bagi nabi yang diutus; apalagi bagi selain keduanya.
Halaman 13
وَإِلَّا فَهَؤُلَاءِ المُشْرِكُونَ - الَّذِينَ قَاتَلَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ - يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الخَالِقُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّهُ لَا يَرْزُقُ إِلَّا هُوَ، وَلَا يُحْيِي وَلَا يُمِيتُ إِلَّا هُوَ، وَلَا يُدَبِّرُ الأَمْرَ إِلَّا هُوَ، وَأَنَّ جَمِيعَ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَالأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَنْ فِيهِنَّ، كُلُّهُمْ عَبِيدُهُ وَتَحْتَ تَصَرُّفِهِ وَقَهْرِهِ.
Terjemah Indonesia
Jika tidak, maka orang-orang musyrik ini , yang diperangi oleh Rasulullah ﷺ , mereka bersaksi bahwa Allah-lah satu-satunya Pencipta, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa hanya Dialah yang memberi rezeki, hanya Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan tidak ada yang mengatur segala urusan kecuali Dia, dan bahwa seluruh tujuh langit beserta apa yang ada di dalamnya, serta tujuh bumi beserta apa yang ada di dalamnya, semuanya adalah hamba-hamba-Nya dan berada di bawah kekuasaan serta kekuasaan-Nya.”
Halaman 14
فَإِذَا أَرَدْتَ الدَّلِيلَ عَلَى أَنَّ هَؤُلَاءِ المُشْرِكِينَ - الَّذِينَ قَاتَلَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ - يَشْهَدُونَ بِهَذَا؛ فَاقْرَأْ قَوْلَهُ تَعَالَى: ﴿قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ﴾. وَقَوْلَهُ: ﴿قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ * قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ * سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ * قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ﴾. وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنَ الآيَاتِ.
Terjemah Indonesia
Maka, jika engkau menginginkan bukti bahwa orang-orang musyrik ini,yang diperangi oleh Rasulullah ﷺ,menyaksikan hal ini; bacalah firman-Nya yang Maha Tinggi: ﴿Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi? Atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan? Dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang matidan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, serta siapa yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan berkata, ‘Allah.’ Katakanlah, ‘Maka mengapa kalian tidak bertakwa?’﴾. Dan firman-Nya: ﴿Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini dan siapa yang ada di dalamnya, jika kalian mengetahui?" * Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?" * Katakanlah, ‘Siapakah Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan Singgasana yang Agung?’ * Mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Katakanlah, ‘Maka, tidakkah kamu bertakwa?’ * Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu, dan Dialah yang melindungi, sedangkan tidak ada yang dapat melindungi-Nya, jika kalian mengetahui?” * Mereka akan berkata kepada Allah, “Katakanlah, ‘Lalu bagaimana kalian bisa terpesona?’” Dan ayat-ayat lainnya yang serupa.
Catatan terjemah
DeepL draft dari teks Arab Turath. Belum direview ahli ilmu. Gunakan bagian ini sebagai orientasi awal, dan rujuk guru atau syarah terpercaya untuk pemahaman rinci.