Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 10045

Nabi ﷺ melarang istinja (bersuci setelah buang air) dengan kotoran hewan atau tulang

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Ṭahārah · Adab-adab Buang Air

النص العربي

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ:

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُسْتَنْجَى بِرَوْثٍ أَوْ عَظْمٍ، وَقَالَ: «إِنَّهُمَا لَا تُطَهِّرَانِ».

رواه الدارقطني · صحيح

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan:

Nabi ﷺ melarang istinja (bersuci setelah buang air) dengan kotoran hewan atau tulang seraya bersabda, "Keduanya tidak dapat menyucikan."

HR. Daraquṭni · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi Muhammad ﷺ melarang orang yang buang hajat berupa air kecil maupun besar dari melakukan istijmar menggunakan tulang hewan atau kotorannya yang kering.

Beliau bersabda, "Ia tidak dapat menghilangkan najis dan tidak dapat membersihkannya."

الشرح

نهى النبي صلى الله عليه وسلم مَن قضى حاجته من بول أو غائط أن يستَجْمِر بعظم الحيوان أو روثه وفضلاته الجافّة؛ وقال: إنها لا تزيل النجاسة، ولا تطهر منها.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Menjelaskan beberapa adab buang hajat dan istinja.
  2. 2- Larangan melakukan istijmar menggunakan kotoran hewan, baik karena ia najis atau karena merupakan pakan bagi hewan ternak jin.
  3. 3- Larangan melakukan istijmar menggunakan tulang, baik karena hukumnya najis atau karena merupakan makanan bangsa jin itu sendiri.

الفوائد

  1. بيان بعض آداب الخلاء والاستنجاء.
  2. النهي عن الاستجمار بالروث؛ لأنه: إما نجس، وإما لأنه عَلَفُ دوابِّ الجن.
  3. النهي عن الاستجمار بالعظم؛ لأنه إما نجس، وإما لأنه طعام الجن أنفسهم.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.