Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 10571

Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihuni (oleh setan), maka jika salah seorang di antara kalian hendak masuk kamar mandi (toilet), hendaklah membaca, "Aku berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan setan perempuan."

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Fikih Doa dan Zikir · Doa Masuk dan Keluar WC

النص العربي

عن زيد بن أرقم رضي الله عنه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:«إنَّ هذه الحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ، فإذا أتى أحدُكم الخَلَاءَ فَلْيَقُلْ: أعوذُ باللهِ مِنَ الخُبُثِ والخَبَائث».

رواه أبو داود وابن ماجه وأحمد · صحيح

Dari Zaid bin Arqam -raḍiyallāhu 'anhu- dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda, "Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihuni (oleh setan), maka jika salah seorang di antara kalian hendak masuk kamar mandi (toilet), hendaklah membaca, "Aku berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan setan perempuan."

Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih

Penjelasan dari sumber

Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihuni oleh jin dan para setan, di dalamnya mereka mengawasi anak Adam (manusia) dengan memberikan gangguan dan kerusakan, karena itu tempat tersingkapnya aurat dan tidak disebutkan di dalamnya nama Allah. Maka jika seorang muslim mendatangi tempat buang hajat, hendaklah membaca, "Aku berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan setan perempuan." Yakni aku berlindung kepada Allah dan memohon penjagaan kepada-Nya dari keburukan para setan laki-laki dan perempuan.

الشرح

إن موضع قضاء الحاجة تحضره الجن والشياطين، يترصدون فيه لبني آدم بالأذى والفساد؛ لأنه موضع تُكشف فيه العورة، ولا يُذكر اسم الله فيه، فإذا أتى المسلم إلى موضع قضاء الحاجة فليقل: «أعوذُ باللهِ مِنَ الخُبُثِ والخَبَائث» أي: أعتصم بالله وأحتمي به من شر ذكران الشياطين وإناثهم.

الفوائد

  1. أنَّ الأمكنة النجسة والقذرة هي أماكنُ الشياطين التي تأوي إليها وتُقِيمُ فيها.
  2. الالتجاءُ إلى الله -تعالى- والاعتصامُ به من الشياطين وشرورِهِمْ، فهو المُنْجِي منهم، والعاصمُ من شرِّهم.
  3. فضيلة هذا الدعاء والذكر, ومشروعية قوله عند دخول الخلاء.
  4. إثباتُ وجود الجنِّ والشياطين، فإِنْكارُهُمْ ضلالٌ وكفرٌ؛ لأنَّه ردٌّ لصريح النصوص الصحيحة، وهو نقصٌ في العقل، وضيقٌ في التفكير؛ فإنَّ الإنسان لا يُنْكرُ ما لم يصلْ إليه علمه.
  5. الأمكنة الطيبة كالمساجد يُشْرَعُ عندها أذكارٌ وأدعية، تناسب ما يرجى فيها من رحمة الله وفضله، والأمكنةُ الخبيثة كالحشوش يناسب دخولها أذكارٌ بالبعد عمَّا فيها من خبائثِ الجنِّ وَمَرَدَةِ الشياطين.
  6. الشياطين نوعان ذكور وإناث.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.