Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 10639

Janganlah salah seorang kalian salat hanya dengan satu helai kain, tidak ada sedikit pun yang menutupi kedua bahunya

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Salat · Syarat-syarat Salat

النص العربي

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«لاَ يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ شَيْءٌ».

متفق عليه · صحيح

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda,

"Janganlah salah seorang kalian salat hanya dengan satu helai kain, tidak ada sedikit pun yang menutupi kedua bahunya."

Muttafaq 'alaih · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ melarang orang yang salat menggunakan satu helai kain agar tidak menelanjangi kedua bahunya, yaitu bagian antara pangkal lengan dengan leher, dengan tidak meletakkan sesuatu yang menutupi keduanya. Hal itu karena kedua bahu sekalipun bukan aurat, menutupnya lebih meyakinkan dalam rangka menutup aurat. Di samping itu, ia juga lebih dekat pada pengagungan Allah Ta'ala saat berdiri di hadapan-Nya dalam salat.

الشرح

نَهَى النبيُّ صلى الله عليه وسلم مَن صلّى في ثوب واحد عن أنْ يُجَرِّدَ عاتقيه ما بين الكتف والعنق بحيث لا يضع عليهما شيئًا يسترهما؛ لأن العاتقين وإن لم يكونا عورة، فإن سترهما أمكن في ستر العورة، وهو أقرب إلى إجلال الله تعالى وتعظيمه أثناء الوقوف بين يديه في الصلاة.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Boleh melaksanakan salat menggunakan satu helai kain jika dapat menutupi semua yang wajib ditutup.
  2. 2- Boleh melaksanakan salat menggunakan dua helai kain; salah satunya menutupi bagian atas badan dan satunya lagi menutupi bagian bawah badan.
  3. 3- Anjuran agar orang yang mengerjakan salat berpenampilan baik.
  4. 4- Kewajiban menutup kedua bahu atau salah satunya dalam salat jika memiliki kemampuan. Ada juga yang berpendapat bahwa larangan tersebut untuk menunjukkan hukum makruh.
  5. 5- Minimnya harta yang dimiliki oleh para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum-, sampai sebagian mereka tidak memiliki dua helai kain.
  6. 6- An-Nawawiy berkata tentang makna hadis ini, "Hikmahnya adalah ketika satu helai kain itu dipakai bersarung lalu tidak ada yang menutupi bahunya, maka tidak ada jaminan auratnya tidak akan tersingkap. Berbeda jika sebagiannya ia naikkan ke atas bahunya. Demikian juga, ia mungkin butuh memegangnya dengan satu tangan atau dua tangan lalu sibuk dengan hal itu dan kehilangan sunah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawa dada, atau mengangkat tangan pada tempat-tempat disyariatkan mengangkat tangan dan lain sebagainya. Hal itu juga berdampak tidak menutup bagian atas badan dan tempat perhiasan, padahal Allah Ta'ala telah berfirman: "Pakailah pakaian kalian yang bagus setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A'rāf: 31)

الفوائد

  1. جواز الصلاة في الثوب الواحد إذا ستر ما يجب ستره.
  2. جواز الصلاة في ثوبين، أحدهما يستر أعلى الجسم، والآخر يستر أسفله.
  3. استحباب كون المُصلِّي على هيئة حسنة.
  4. وجوب سَتر العَاتِقَين أو أحدهما في الصلاة، إذا أمْكَنه ذلك، وقيل النهي للتنزيه.
  5. قِلّة ما في أيدي الصحابة رضي الله عنهم من المال، حتى إن بعضهم لا يملك ثَوبين.
  6. قال النووي في معنى الحديث: حكمته أنه إذا ائتزر به ولم يكن على عاتقه منه شيء لم يؤمن أن تنكشف عورته، بخلاف ما إذا جعل بعضه على عاتقه، ولأنه قد يحتاج إلى إمساكه بيده أو يديه فيشغل بذلك، وتفوته سنة وضع اليد اليمنى على اليسرى تحت صدره، ورفعهما حيث شرع الرفع، وغير ذلك، لأن فيه ترك ستر أعلى البدن وموضع الزينة، وقد قال الله تعالى: { خُذُوا ‌زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ } [الأعراف: 31].

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.