Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 10897

Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia berbangga-bangga dengan (kemegahan) masjid

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Salat · Hukum-hukum Terkait Mesjid

النص العربي

عَنْ أَنَسٍ رَضيَ اللهُ عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ».

رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه · صحيح

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,

"Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia berbangga-bangga dengan (kemegahan) masjid."

HR. Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa di antara tanda dekatnya hari Kiamat dan berakhirnya dunia ialah ketika manusia berbangga-bangga dengan kemegahan masjid mereka, atau ketika mereka berbangga-bangga dengan dunia mereka di dalam masjid yang tidak dibangun kecuali untuk berzikir kepada Allah.

الشرح

يخبر النبي صلى الله عليه وسلم: أن من علامات قرب يوم القيامة وانتهاء الدنيا تفاخر الناس بزخرفة مساجدهم، أو تفاخرهم بدنياهم داخل المساجد التي لم تبنَ إلا لذكر الله.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Pengharaman sikap saling berbangga-bangga dengan masjid, karena hal tersebut adalah amalan yang tidak diterima sebab tidak dilakukan karena Allah.
  2. 2- Larangan menghiasi masjid dengan warna-warna, cat, ukiran, dan tulisan, karena hal itu dapat mengganggu kekhusyukan para jemaah salat ketika memandangnya.
  3. 3- As-Sindi berkata, "Hadis ini nyata terbukti kebenarannya dalam realitas dan termasuk salah satu dari sekian banyak mukjizat agung beliau ﷺ."

الفوائد

  1. تحريم التَّباهي بالمساجد، وأنه عَمل غير مقبول؛ لأنَّه لم يُعمل لله.
  2. النَّهي عن زَخْرَفة المساجد بالألوان والأصْبَاغ والنُّقوش، والكتابات؛ لما فيها من إشغال المصلين عند النظر إليها.
  3. قال السندي: ‏هذا الحديث مما يشهد بصدقه الوجود، فهو من جملة المعجزات الباهرة له صلى الله عليه وسلم.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.