Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 3024

Sungguh, aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak mendatangkan bahaya maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu

Klasifikasi

  • Akidah · Para Sahabat · Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum-
  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Haji dan Umrah · Hukum-Hukum dan Permasalahan Seputar Haji dan Umrah

النص العربي

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ:

أَنَّهُ جَاءَ إِلَى الحَجَرِ الأَسْوَدِ فَقَبَّلَهُ، فَقَالَ: إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ، لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ.

متفق عليه · صحيح

Umar -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan,

Ia pernah datang ke Hajar Aswad lalu menciumnya seraya berkata, "Sungguh, aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak mendatangkan bahaya maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu."

Muttafaq 'alaih · Sahih

Penjelasan dari sumber

Amirul Mukminin Umar bin al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- datang ke Hajar Aswad yang berada di sudut Ka'bah lalu menciumnya seraya berkata: Sungguh, aku mengetahui bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak mendatangkan bahaya maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku pun tidak akan menciummu.

الشرح

جاء أمير المؤمنين عمر بن الخطاب رضي الله عنه إلى الحجر الأسود في زاوية الكعبة فقبله، فقال: إني أعلم أنك حجر، لا تضر ولا تنفع، ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يقبّلك ما قبلتك.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Perintah mencium Hajar Aswad bagi orang yang tawaf saat sejajar dengannya jika hal itu bisa dilakukan dengan mudah.
  2. 2- Tujuan mencium Hajar Aswad adalah mengikuti Rasulullah ﷺ.
  3. 3- An-Nawawiy berkata, "Maknanya adalah bahwa ia tidak memiliki kuasa untuk memberi manfaat maupun bahaya. Juga bahwa ia adalah sebuah batu yang diciptakan, sama seperti semua makhluk ciptaan lainnya yang tidak dapat mendatangkan bahaya maupun manfaat. Umar menyiarkan hal itu di saat musim haji agar disaksikan oleh penduduk semua negeri serta diingat oleh semua jemaah haji yang beraneka ragam negara."
  4. 4- Ibadah bersifat tauqīfiyah, artinya tidak ada ibadah yang disyariatkan kecuali yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  5. 5- Apabila suatu ibadah telah terbukti secara sahih, maka ia diamalkan walau hikmahnya belum diketahui karena pelaksanaan manusia dan ketaatan mereka untuk melaksanakannya termasuk hikmah yang diinginkan.
  6. 6- Larangan mencium batu atau lainnya yang tidak ada perintah menciumnya dalam syariat dengan tujuan beribadah.

الفوائد

  1. مشروعية تقبيل الحجر الأسود للطائفين عندما يحاذونه، إن أمكن بسهولة.
  2. المقصود من تقبيل الحجر الأسود، هو الاتباع لرسول الله صلى الله عليه وسلم.
  3. قال النووي: معناه أنه لا قدرة له على نفع ولا ضر، وأنه حجر مخلوق كباقي المخلوقات التي لا تضر ولا تنفع، وأشاع عمر هذا في الموسم؛ ليشهد في البلدان، ويحفظه عنه أهل الموسم المختلفوا الأوطان.
  4. العبادات توقيفية؛ فلا يشرع منها إلا ما شرعه الله ورسوله.
  5. إذا صحت العبادة عُمل بها ولو لم تُعلم حكمتها؛ لأنَّ امتثال الناس وطاعتهم في القيام بها من الحِكم المقصودة.
  6. النهي عن تقبيل ما لم يَرد الشرع بتقبيله على سبيل التعبد من الأحجار وغيرها.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.