Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 5367

Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Keutamaan · Keutamaan Silaturahmi

النص العربي

عن جُبَير بن مُطْعِم رضي الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ».

متفق عليه · صحيح

Jubair bin Muṭ'im -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia mendengar Nabi ﷺ bersabda,

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."

Muttafaq 'alaih · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang memutus hak kerabatnya atau menyakiti dan berbuat buruk kepada mereka, dia pantas untuk tidak masuk surga.

الشرح

يُخبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ مَن قَطَع عن أقاربه ما يَجِب لهم من الحقوق، أو آذاهم وأساء إليهم، فهو مُستحق ألَّا يدخلَ الجنة.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Memutus silaturahmi merupakan salah satu dosa besar.
  2. 2- Silaturahmi dilakukan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, sehingga bentuknya berbeda-beda mengikuti perbedaan tempat, waktu dan orang.
  3. 3- Silaturahmi dapat dilakukan dengan berkunjung, bersedekah, berbuat baik, menjenguk yang sakit, mengajak mereka pada kebaikan, melarang mereka dari keburukan, dan lain sebagainya.
  4. 4- Apabila perbuatan memutus silaturahmi dilakukan terhadap kerabat terdekat, maka dosanya lebih besar.

الفوائد

  1. قطيعة الرحم كبيرة من كبائر الذنوب.
  2. صلة الرحم تكون حسب المتعارف عليه، فتختلف باختلاف الأمكنة والأزمنة والأشخاص.
  3. صلة الرحم تكون بالزيارة، والصدقة، والإحسان إليهم، وعيادة المرضى، وأمرهم بالمعروف، ونهيهم عن المنكر، وغير ذلك.
  4. كلما كانت قطيعة الرحم في الأقرب كانت أشدَّ إثمًا.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.