Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 5497

Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Fikih Akhlak · Akhlak Terpuji
  • Keutamaan dan Adab · Ar-Raqāiq dan Nasihat · Amalan-amalan Hati

النص العربي

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ أَخِي بَنِي مُجَاشِعٍ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ خَطِيبًا، فَقَالَ: وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ:

«وَإِنَّ اللهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ».

رواه مسلم · صحيح

'Iyāḍ bin Ḥimār, saudara Bani Mujāsyi' -raḍiyallāhu 'anhu-, meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah berdiri di tengah kami dalam rangka menyampaikan pidato -di dalamnya disebutkan-,

"Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'"

HR. Muslim · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ pernah berdiri menyampaikan khotbah di tengah sahabat-sahabatnya, di antara yang beliau sampaikan, "Allah telah mewahyukan kepada beliau bahwa manusia wajib bersikap merendah di antara sesama mereka, yaitu dengan cara merendahkan hati dan bersikap lembut kepada semua orang. Hal itu agar tidak ada orang yang bersikap angkuh dengan menyombongkan diri serta memuliakan dirinya di atas orang lain karena nasabnya, hartanya, atau lainnya. Demikian juga agar tidak ada orang yang menzalimi dan menyakiti yang lain."

الشرح

قام النبي صلى الله عليه وسلم في أصحابه خطيبًا، وكان مما قال: إن الله أوحى إليه أنه يجب على الناس أن يتواضعوا فيما بينهم، وذلك بخفض الجناح للخلق ولين الجانب، حتى لا يفخر بادعاء العظمة والكبرياء والشرف أحدٌ بنسبه أو ماله أو غير ذلك على أحد، ولا يظلم ولا يعتدي أحدٌ على أحد.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk bersikap tawaduk serta tidak sombong dan meninggikan diri atas orang lain.
  2. 2- Larangan berbuat zalim dan sombong.
  3. 3- Tawaduk memiliki dua makna. Pertama, tawaduk kepada agama Allah. Maksudnya, Anda tidak boleh menyombongkan diri di hadapan agama, tidak menolaknya maupun menolak menunaikan hukum-hukumnya. Kedua, tawaduk kepada hamba-hamba Allah karena Allah, bukan karena takut kepada mereka maupun karena mengharapkan apa yang ada pada mereka, tetapi karena Allah ﷻ.

الفوائد

  1. في الحديث الحث على التواضع وعدم الكبر والترفع على الناس.
  2. النهي عن البغي والفخر.
  3. التواضع لله له معنيان: المعنى الأول: أن تتواضع لدِينِ الله، فلا تترفع عن الدِّين، ولا تستكبر عنه وعن أداء أحكامه، والثاني: أن تتواضع لعباد الله من أجل الله، لا خوفًا منهم، ولا رجاءً لما عندهم، ولكن لله عزَّ وجلَّ.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.