Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 58066

Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan wali

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Keluarga · Pernikahan

النص العربي

عن أبي موسى رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

«لا نِكَاحَ إِلّا بِوَليٍّ».

رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وأحمد · صحيح

Abu Mūsā -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,

"Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan wali."

HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ menerangkan bahwa pernikahan seorang perempuan tidak akan sah kecuali dengan keberadaan wali yang melangsungkan akad nikahnya.

الشرح

بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ المرأةَ لا يَصِحُّ زواجُها إلا بولي يقوم بعقد النكاح.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Keberadaan wali adalah syarat sah pernikahan. Pernikahan yang dilangsungkan tanpa wali atau seorang perempuan menikahkan dirinya sendiri maka pernikahan itu tidak sah.
  2. 2- Wali ialah kerabat laki-laki yang paling dekat kepada perempuan. Seorang perempuan tidak boleh dinikahkan oleh wali yang jauh ketika ada wali yang lebih dekat.
  3. 3- Syarat yang harus terpenuhi pada wali: mukalaf, laki-laki, rasyīd (berpikir dewasa) terkait pengetahuiannya tentang maslahat pernikahan, dan kesamaan agama antara wali dan yang diwalikan. Siapa yang tidak memenuhi syarat-syarat ini, maka ia tidak memiliki legalitas sebagai wali dalam akad nikah.

الفوائد

  1. الولي شرطٌ في صِحة النكاح، فإنْ حَصَلَ بلا ولي، أو زَوَّجَت المرأةُ نفسَها، لم يصح النكاح.
  2. الولي هو أقرب الرجال إلى المرأة، فلا يزوجها وليٌّ بعيد مع وجود أقرب منه.
  3. يُشترط في الولي: التكليف، والذكورية، والرشد في معرفة مصالح النكاح، واتفاق الدين بين الولي والمولى عليها، فمن لم يتَّصف بهذه الصفات فليس أهلًا للولاية في عقد النكاح.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.