Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 6018

Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah: 'Bismillāh', sebanyak tiga kali. Kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: A'ūżu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir (Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang aku dapatkan dan yang aku takutkan)

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Kedokteran, Pengobatan, dan Ruqyah Syar'iyyah · Ruqyah Syar'iyyah

النص العربي

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ رضي الله عنه أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعًا يَجِدُهُ فِي جَسَدِهِ مُنْذُ أَسْلَمَ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ».

رواه مسلم · صحيح

Uṡmān bin Abil-Āṣ aṡ-Ṡaqafiy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia mengeluhkan rasa sakit yang dia rasakan di tubuhnya sejak masuk Islam kepada Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,

"Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah: 'Bismillāh', sebanyak tiga kali. Kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: A'ūżu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir (Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang aku dapatkan dan yang aku takutkan)."

HR. Muslim · Sahih

Penjelasan dari sumber

Uṡmān bin Abil-Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu- ditimpa sakit yang hampir membinasakannya, sehingga Nabi ﷺ menjenguknya dan mengajarinya sebuah doa yang menjadi sebab Allah mengangkat penyakit yang menimpanya, yaitu agar ia meletakkan tangan di atas bagian yang sakit dan membaca, "Bismillāh" sebanyak tiga kali, dilanjutkan tujuh kali membaca: A'ūżu (aku berlindung); aku menyelamatkan diri dan melindungi diri .. billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu (kepada Allah dan kekuatan-Nya dari keburukan apa yang kudapatkan) berupa sakit yang kuderita sekarang .. wa uḥāżir (dan yang aku takutkan); yaitu yang aku khawatirkan kejadiannya di masa depan seperti sedih dan takut, atau berlanjutnya penyakit ini dan rasa sakitnya meluas pada seluruh tubuh.

الشرح

أَصابَ عثمانَ بن أبي العاص رضي الله عنه وَجَعٌ كادَ يُهلكه، فأتاه النبيُّ صلى الله عليه وسلم يَعُودُه، وعَلَّمَه دعاءً يَرْفَع اللهُ عنه ما نَزَل به مِن مَرَض؛ وهو أنْ يَضَعَ يدَه على المكان الذي يَشْتَكي، ويقول: (بسم الله) ثلاث مرات، ثم يقول سَبعَ مرات: (أعوذ) وألتجئ وأعتصم وأَتَحَصَّن (بالله وقدرته من شر ما أجد) مِن أَلَمٍ في الوقت الحاضر (وأُحاذِر) وأخاف حصولَه في المستقبل من الحُزْن والخوف، أو مِنْ أنْ يستمرَّ هذا المرض ويَنْتَشر ألمُه بالجَسَد.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Anjuran melakukan ruqyah sendiri, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis.
  2. 2- Keluhan tanpa disertai rasa marah dan sikap tidak rela tidak menafikan tawakal dan sabar.
  3. 3- Doa termasuk tindakan melakukan sebab, oleh karena itu harus komitmen dengan lafaz dan bilangannya.
  4. 4- Doa ini berlaku untuk semua sakit pada organ.
  5. 5- Meletakkan tangan pada bagian yang sakit saat melakukan ruqyah dengan doa ini.

الفوائد

  1. استحبابُ رُقْيَةِ الإنسانِ نفسَه كما جاء في الحديث.
  2. الشكوى -من غير تَضَجُّرٍ ولا اعتراض- لا تنافي التوكُّلَ والصبر.
  3. الدعاء من جُملةِ تَعاطِي الأسباب، ولذا ينبغي التَّقيُّدَ بألفاظِهِ وأعدادِه.
  4. هذا الدعاء يكونُ لكلِّ أَلَمٍ عُضْوُيٍّ.
  5. وضع اليد على موضع الألم عند الرقية بهذا الدعاء.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.