Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 6204

Unta Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang bernama Al-'Aḍbā` tidak pernah kalah.

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Ar-Raqāiq dan Nasihat · Celaan Cinta Dunia

النص العربي

عن أنس رضي الله عنه قَالَ: كَانَتْ ناقةُ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم العضْبَاءُ لاَ تُسْبَقُ، أَوْ لاَ تَكَادُ تُسْبَقُ، فَجَاءَ أعْرَابيٌّ عَلَى قَعودٍ لَهُ، فَسَبَقَهَا، فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ حَتَّى عَرَفَهُ، فَقَالَ: "حَقٌّ عَلَى اللهِ أنْ لاَ يَرْتَفِعَ شَيْءٌ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ وَضَعَهُ".

رواه البخاري بنحوه · صحيح

Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Unta Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang bernama Al-'Aḍbā` tidak pernah kalah atau hampir tidak bisa dikalahkan. Kemudian ada seorang Badui yang mengendarai untanya dan dapat mendahului unta beliau, maka hal itu cukup menggelisahkan kaum muslimin. Kemudian hal ini diketahui Rasulullah, beliau pun bersabda, "Menjadi kepastian bagi Allah, siapa saja di dunia ini yang menyombongkan diri, Allah pasti akan merendahkannya."

Bukhari meriwayatkannya seperti ini · Hadis sahih

Penjelasan dari sumber

Di dalam hadis ini disebutkan bahwa unta Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang bernama Al-'Aḍbā` dipandang oleh para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- sebagai kuda yang tak pernah terkalahkan atau hampir tidak bisa dikalahkan. Kemudian datang seorang Badui dengan mengendarai untanya lalu dapat mendahului Al-'Aḍbā`. Seakan-akan hal ini menggelisahkan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum-.

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda setelah mengetahui keadaan diri mereka, "Menjadi kepastian bagi Allah, siapa saja di dunia ini yang menyombongkan diri, Allah pasti akan menjatuhkannya." Setiap ketinggian yang ada di dunia, maka akan kembali pada kerendahan. Jika ketinggian ini disertai kesombongan dalam jiwa dan terdeteksi dalam jiwa, maka kehinaan akan lebih cepat mendatanginya.

Sebab, kehinaan itu adalah balasan. Sedangkan jika tidak disertai kesombongan, maka tentu ia akan kembali datar dan rendah. Dalam sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "di dunia," merupakan dalil bahwa urusan akhirat yang tinggi tidak akan direndahkan oleh Allah.

Dengan demikian, firman Allah, " niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." Maka mereka tidak akan direndahkan oleh Allah -'Azza wa Jalla- selama mereka memiliki sifat ilmu dan iman. Sungguh Allah tidak akan merendahkan mereka, tetapi mengangkat sebutan mereka dan derajat mereka di akhirat.

الشرح

في الحديث أن ناقة النبي صلى الله عليه وسلم العضباء كان الصحابة رضي الله عنهم يرون أنها لا تسبق أو لا تكاد تسبق، فجاء هذا الأعرابي بقعوده فسبق العضباء، فكأن ذلك شق على الصحابة رضي الله عنهم ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم لما عرف ما في نفوسهم: "حق على الله ألا يرتفع شيء من الدنيا إلا وضعه"، فكل ارتفاع يكون في الدنيا فإنه لابد أن يؤول إلى انخفاض، فإن صحب هذا الارتفاع ارتفاع في النفوس وتعاظم فإن الوضع إليه أسرع؛ لأن الوضع يكون عقوبة، أما إذا لم يصحبه شيء فإنه لابد أن يرجع ويوضع، وفي قوله عليه الصلاة والسلام: "من الدنيا" دليل على أن ما ارتفع من أمور الآخرة فإنه لا يضعه الله، فقوله: (يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات)، فهؤلاء لا يضعهم الله عز وجل ما داموا على وصف العلم والإيمان، فإنه لا يمكن أن يضعهم الله، بل يرفع لهم الذكر، ويرفع درجاتهم في الآخرة.

الفوائد

  1. الحث على التواضع، وطرح رداء الكبرياء.
  2. الإعلام بأن أمور الدنيا ناقصة غير كاملة.
  3. بيان ما كان عليه الرسول –صلى الله عليه وسلم- من التواضع، وتطييب نفوس أصحابه.
  4. جواز اتخاذ الإبل للركوب والمسابقة عليها.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.