Hadits 64637
Siapa yang membunuh seorang kafir muahid, maka dia tidak akan mencium aroma surga, padahal aroma surga itu dapat dirasakan sejauh empat puluh tahun perjalanan
Klasifikasi
- Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Jihad · Hukum Seputar Ahli Żimmah
النص العربي
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
«مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا».
رواه البخاري · صحيح
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda,
"Siapa yang membunuh seorang kafir muahid, maka dia tidak akan mencium aroma surga, padahal aroma surga itu dapat dirasakan sejauh empat puluh tahun perjalanan."
HR. Bukhari · Sahih
Penjelasan dari sumber
Nabi ﷺ menerangkan ancaman keras terhadap orang yang membunuh seorang kafir muahid, yaitu orang kafir yang masuk ke negara Islam dengan perjanjian dan jaminan keamanan, bahwa dia tidak akan mencium aroma surga, padahal aromanya tercium sejauh perjalanan empat puluh tahun.
الشرح
يُبَيِّنُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم الوعيدَ الشديدَ على أنَّ مَن قَتَلَ مُعاهَدًا -وهو مَن دخل من الكفار إلى دار الإسلام بِعَهْدٍ وأمان- بأنه لن يَشمَّ رائحةَ الجنة، وإنَّ ريحَها يكون على بُعدِ مسيرة أربعين عامًا.
Pelajaran dari sumber
- 1- Pengharaman membunuh kafir muahid, kafir zimi, dan kafir mustakman; karena hal itu adalah salah satu dosa besar.
- 2- Kafir muahid ialah orang kafir yang memiliki ikatan perjanjian, dia tinggal di negerinya tanpa memerangi umat Islam dan umat Islam juga tidak memerangi mereka. Kafir zimi ialah orang kafir yang tinggal di negara kaum muslimin dan membayar jizyah (upeti). Sedangkan kafir mustakman ialah orang kafir yang masuk ke negeri kaum muslimin dengan perjanjian atau jaminan keamanan selama waktu tertentu.
- 3- Larangan mengkhianati perjanjian dengan nonmuslimin.
الفوائد
- تحريم قتل المُعاهَد والذِّمِّي والمُستأمَن من الكفار، وأنه كبيرة من كبائر الذنوب.
- المعاهد: هو مَن أُخِذَ عليه العهد من الكفار وهو يقيم في بلاده لا يحارب المسلمين ولايحاربونه، والذِّمِّي: هو من استوطن دارَ المسلمين ودفع الجزية، والمستأمَن: هو مَن دخل دار المسلمين بعهد وأمان لوقت محدد.
- التحذير من خيانة العهود مع غير المسلمين.