Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 65546

Talkinlah orang yang hampir meninggal di antara kalian dengan kalimat lā ilāha illallāh

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Jenazah · Kematian dan Hukum-hukumnya

النص العربي

عن أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللهُ عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهُ صلَّى اللهُ عليهِ وَسَلَّم:

«لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ».

رواه مسلم · صحيح

Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,

"Talkinlah orang yang hampir meninggal di antara kalian dengan kalimat lā ilāha illallāh."

HR. Muslim · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ menganjurkan agar kita mengulang-ulang kalimat tauhid lā ilāha illallāh (artinya: tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) saat berada di sisi orang yang mengalami sekarat sampai benar-benar ia mengucapkannya serta menjadi kata-kata terakhirnya.

الشرح

يحثُّ النبي صلى الله عليه وسلم: أن نقول ونردد كلمة التوحيد "لا إله إلا الله" عند مَن حضرته نزعات الموت حتى يقولها، لتكون آخر كلامهم.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Disunnahkan agar menalkin orang yang sedang sekarat.
  2. 2- Makruh hukumnya terlalu banyak menalkin orang yang sekarat atau terkesan memaksanya jika ia telah mengucapkannya, atau dipahami ketidaksukaannya terkait hal itu, agar itu tidak membuatnya marah lalu mengucapkan perkataan yang tidak pantas.
  3. 3- An-Nawawi mengatakan, "Apabila dia sudah mengucapkannya satu kali, maka tidak perlu lagi diulangi. Kecuali setelah itu ia berbicara pembicaraan lainnya, maka ia dituntun lagi agar menjadi perkataannya yang terakhir."
  4. 4- Hadis ini mengandung anjuran untuk hadir di sisi orang yang sekarat untuk mengingatkannya, menemaninya, serta menutup kedua matanya serta menunaikan hak-haknya.
  5. 5- Tidak disyariatkan melakukan talkin setelah kematian, atau di kubur setelah pemakaman karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi ﷺ.

الفوائد

  1. استحباب التلقين لمن حضره الموت.
  2. كراهة الإكثار على المحتضر من التلقين، والإلحاح عليه إذا هو تلقنها، أو فهم عنه ذلك؛ لكي لا يُضجِرَه فينطق بما لا يليق.
  3. قال النووي: وإذا قاله مرة لا يكرر عليه إلا أن يتكلم بعده بكلام آخر، فيُعاد التعريض به ليكون آخر كلامه.
  4. يتضمن الحديث الحضور عند المحتضر لتذكيره وتأنيسه وإغماض عينيه والقيام بحقوقه.
  5. عدم مشروعية التلقين بعد الموت وعند القبر بعد الدفن؛ لعدم فعل النبي صلى الله عليه وسلم ذلك.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.