Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 66255

Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Fikih Akhlak · Akhlak Terpuji

النص العربي

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

«لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ»

رواه أبو داود والترمذي وأحمد · صحيح

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda,

"Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia."

HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ menyampaikan bahwa orang yang tidak berterima kasih kepada orang lain atas kebaikan yang mereka lakukan kepadanya biasanya tidak akan bersyukur kepada Allah. Hal itu karena adanya keterkaitan antara keduanya, yaitu orang yang tabiat dan kebiasaannya mengingkari kebaikan orang lain dan tidak berterima kasih, akan terbiasa untuk mengingkari nikmat Allah dan enggan untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.

الشرح

أخبر النبي صلى الله عليه وسلم أنه لا يشكر الله عادةً من لا يشكر الناس على المعروف والجميل الذي صنعوه له، وذلك لاتصال أحد الأمرين بالآخر، حيث أن من طبعه وعادته كفران نعمة الناس وترك شكرهم، سيكون من عادته كفر نعمة الله والتقصير في شكره عليها.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Pentingnya berterima kasih kepada manusia atas suatu kebaikan.
  2. 2- Pemberi nikmat sejatinya adalah Allah Ta'ala, sedangkan makhluk hanyalah sebab yang Allah Ta'ala arahkan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Karena itu, berterima kasih kepada manusia termasuk bersyukur kepada Allah Ta'ala.
  3. 3- Berterima kasih kepada manusia atas kebaikan mereka merupakan tanda kesempurnaan akhlak.

الفوائد

  1. أهمية شكر الناس على المعروف.
  2. المنعم حقيقة هو الله تعالى، والخلق أسباب يسخِّرها الله تعالى لمن يشاء، ولذلك فإنَّ شكر الناس من شكر الله تعالى.
  3. شكر الناس على معروفهم دليل على كمال الخلق.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.