Hadits 6982
Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta.
Klasifikasi
- Hadis dan Ilmu Hadis · Tema-tema Umum dalam As-Sunnah · Urgensi As-Sunnah dan Kedudukannya
- Keutamaan dan Adab · Fikih Akhlak · Akhlak Tercela
النص العربي
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنهما قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ».
رواه مسلم في مقدمته · صحيح
Samurah bin Jundab dan al-Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta."
HR. Muslim dalam Mukadimahnya · Sahih
Penjelasan dari sumber
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang meriwayatkan suatu hadis dari beliau, sementara ia mengetahui, mengira, atau kuat dugaannya bahwa hal tersebut adalah kedustaan terhadap beliau ﷺ, maka orang yang meriwayatkan itu ikut menyertai orang yang memulai dalam kedustaan tersebut.
الشرح
يُخْبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أن مَن نَقَلَ عنه حديثًا وهو يعلم أو يظن أو يغلِب على ظنه أنه كذبٌ عليه صلى الله عليه وسلم؛ فالراوي له يُشاركُ البادي بهذا الكذب.
Pelajaran dari sumber
- 1- Memastikan kebenaran dan kesahihan hadis-hadis yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ sebelum meriwayatkannya kembali.
- 2- Label dusta disematkan kepada orang yang menciptakan kedustaan itu dan orang yang menukil dan menyebarkannya ke tengah publik.
- 3- Haram hukumnya meriwayatkan hadis palsu bagi orang yang mengetahui perihal hadis itu palsu atau kuat dugaannya terhadap hal itu, kecuali kalau bertujuan mengingatkan publik darinya.
الفوائد
- التثبُّت من الأحاديث المروية عن النبي صلى الله عليه وسلم، والتأكد من صحتها قبل روايتها.
- صفة الكذب تُطلق على كل من اختَرَعَ الكذب وعلى مَن قام بنقلِه ونشره بين الناس.
- يحرم رواية الحديث الموضوع على مَن عَرَف كونَه موضوعًا، أو غلب على ظنه وضعُه إلا إذا كان للتحذير منه.