Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 8877

Jika seseorang berkata, "Celakalah manusia," maka ia adalah orang yang paling celaka di antara mereka.

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Adab-adab Syar'i · Adab Berbicara dan Diam · Ucapan-ucapan Terlarang dan Penyakit Lidah

النص العربي

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا قال الرَّجُل: هَلَكَ الناس، فهو أَهْلَكُهُم».

رواه مسلم · صحيح

Dari Abu Hurairah –raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Apabila seseorang berkata, 'Celakalah manusia,' maka ia adalah orang yang paling celaka di antara mereka.”

Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

Penjelasan dari sumber

Jika seseorang berkata, "Celakalah manusia," karena ingin merendahkan, mengolok dan menyombongkan diri atas mereka, karena melihat dirinya lebih utama dari mereka, maka sungguh ia telah menjadi orang yang paling celaka di antara mereka.” Ini makna riwayat hadis dengan redaksi marfū’ di lalaf "ahlakuhum". Adapun riwayat hadis dengan redaksi manṣūb: "ahlakahum" maknanya adalah bahwa hal itu menjadi sebab yang membuat mereka celaka karena ia menjadikan mereka putus asa dari rahmat Allah dan menghalangi mereka untuk kembali kepada-Nya dengan bertobat serta mendorong mereka untuk terus berada di atas keputusasaan hingga mereka binasa.

الشرح

إذا قال الرجل: هَلك الناس، يريد بذلك إنقاصهم وتحقيرهم والترفع عليهم، لما يَرى من نفسه فضلا عليهم، فقد صار بذلك أعظمهم هلاكًا، وهذا على رواية الرفع :"أهلكُهم"، وأما على رواية النصب: "أهلكَهم" فمعناه: كان سببًا في هلاكهم حيث قَنَّطهم وأيأسهم من رحمة الله تعالى ، وصَدَّهم عن الرجوع إليه بالتوبة، ودفعهم إلى الاستمرار فيما هم عليه من القنوط، حتى هلكوا.

الفوائد

  1. النهي عن الإعِجاب بالنفس، واحتقار الآخرين، وعدم الأَمْن من مكر الله -تعالى-.
  2. من فعل ذلك فهو أسوأ منهم بما يلحقه من الإثم في انتقاصهم، والوقيعة بهم.
  3. المسلم يقوم بواجب الدعوة إلى الله -تعالى- عندما يرى فساد الناس.
  4. ذِكر عيوب الناس سبب في إشاعة الفاحشة التي تأتي بالهلاك والدمار.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.