Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 8878

Dua orang yang saling mencaci, apapun yang mereka berdua katakan, maka dosanya bagi orang yang memulai di antara mereka berdua sampai orang yang dianiaya melebihi cacian orang yang memulai.

Klasifikasi

  • Keutamaan dan Adab · Fikih Akhlak · Akhlak Tercela
  • Keutamaan dan Adab · Adab-adab Syar'i · Adab Berbicara dan Diam

النص العربي

عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «المُتَسَابَّانِ ما قالا فَعَلى البَادِي منهما حتى يَعْتَدِي المَظْلُوم».

رواه مسلم. ملحوظة: لفظ مسلم: «المستبان ما قالا فعلى البادئ، ما لم يعتد المظلوم»، والمصنف ذكره بالمعنى · صحيح

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Dua orang yang saling mencaci, apapun yang mereka berdua katakan, maka dosanya bagi orang yang memulai di antara mereka berdua sampai orang yang dianiaya melebihi cacian orang yang memulai."

Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

Penjelasan dari sumber

Segala ucapan yang keluar dari dua orang yang saling mencaci, maka dosanya kembali kepada orang yang memulai di antara mereka berdua. Sebab, dialah yang orang yang menganiaya dengan perbuatannya, sedangkan yang lainnya tidak ada dosa. Ia dibolehkan untuk membalas orang yang menzaliminya.

Jika orang yang dianiaya sudah melebihi kelaliman orang yang zalim, yaitu melampaui batas yang dibolehkan, maka dosa orang yang dianiaya menjadi lebih banyak dari dosa orang yang memulai.

الشرح

كل ما صَدر من المُتَسَابَّين فإن إثم ذلك على البادئ منهما؛ لأنه هو المعتدي بفعله، أما الآخر فلا شيء عليه؛ لأنه مأذون له بالرَّد على من ظلمه، فإن اعتدى المظلوم على الظالم وذلك بأن جاوز الحَدَّ المأذون له فيه صار إثم المظلوم أكثر من إثم البادئ.

الفوائد

  1. أن سِبَاب المُسلم حَرام.
  2. جواز انتصار المَسْبُوب لنفسه، لكن الصبر والعفو أفضل، قال -تعالى-: (ولمن صبر وغفر فإن ذلك من عزم الأمور).
  3. إذا انتصر المَسْبُوب لنفسه استوفى ظلامته، وبرئ من حقه، وإذا زاد بقي عليه إثم الزيادة.
  4. إذا زاد المظلوم في الاعتداء لحقه الإثم.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.