Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Hadits 8954

Siapa yang memiliki kurban yang akan dia sembelih, apabila hilal bulan Zulhijah telah terbit, janganlah dia memotong sedikit pun rambut dan kukunya sampai dia berkurban

Klasifikasi

  • Fikih dan Uṣūl Fikih · Fikih Ibadah · Haji dan Umrah · Hewan Kurban

النص العربي

عَن أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ المُؤْمِنينَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رضي الله عنها قَالت: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ، فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ».

رواه مسلم · صحيح

Ummul Mukminin Ummu Salamah, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

"Siapa yang memiliki kurban yang akan dia sembelih, apabila hilal bulan Zulhijah telah terbit, janganlah dia memotong sedikit pun rambut dan kukunya sampai dia berkurban."

HR. Muslim · Sahih

Penjelasan dari sumber

Nabi ﷺ memerintahkan orang yang berencana menyembelih kurban agar tidak mengambil rambut kepala, bulu ketiak, kumis atau lainnya, dan tidak juga kuku tangan dan kakinya apabila hilal bulan Zulhijah sudah terbit hingga ia selesai berkurban.

الشرح

أَمَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم مَن أراد أنْ يَذبح أضحية ألَّا يأخذَ مِن شَعَر رأسه أو إِبْطِه أو شاربه أو غيرها ولا مِن أظفار يده أو رجله شيئًا إذا ظَهَر هلالُ ذي الحجة حتى يضحِّي.

Pelajaran dari sumber

  1. 1- Orang yang berencana untuk berkurban setelah masuk sepuluh hari pertama Zulhijah, maka ia mulai meninggalkan semua yang disebutkan sejak ia berencana hingga berkurban.
  2. 2- Jika di hari pertama ia belum berkurban, ia tetap meninggalkannya hingga selesai berkurban di salah satu hari tasyrik.

الفوائد

  1. مَن نَوَى أن يضحي بعد دخول العشر فيبدأ الإمساك المذكور من حين نوى حتى يضحِّي.
  2. إذا لم يُضَحِّ في اليوم الأول فيبقى مُمْسِكًا حتى يضحي في أيِّ يومٍ من أيام التشريق.

Sumber: HadeethEnc.com. Konten ditampilkan tanpa modifikasi sesuai ketentuan sumber.

Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuklah kepada guru atau syarah yang terpercaya.