Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Kategori

Adab-adab Syar'i

188 hadits pada snapshot yang tersedia.

  1. Hadits 58113

    Sejelek-jelek makanan adalah makanan pada acara walimah (resepsi) di mana yang diundang adalah orang-orang kaya saja dan tidak diundang orang-orang miskin. Siapa yang tidak memenuhi undangan walimah, maka ia telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam

    Muttafaq 'alaih · Hadis sahih

  2. Hadits 58114

    Apabila salah seorang dari kalian diundang (resepsi pernikahan) hendaklah menghadirinya. Jika berpuasa, hendaklah mendoakan (orang yang mengundang). Jika tidak berpuasa, hendaklah ia makan (hidangannya)!

    Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

  3. Hadits 58119

    Aku tidak makan dalam keadaan bertelekan (bertumpu)

    Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih

  4. Hadits 58120

    Nak, ucapkanlah bismillāh, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu

    Muttafaq 'alaih · Sahih

  5. Hadits 58121

    Keberkahan turun di tengah-tengah makanan; maka makanlah dari pinggirnya dan jangan dari tengah-tengahnya!

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi · Hadis sahih

  6. Hadits 58122

    Apabila salah seorang kalian makan, hendaklah ia makan ‎dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah minum dengan ‎tangan kanannya, karena setan itu makan dengan tangan kirinya dan ‎minum dengan tangan kirinya pula

    HR. Muslim · Sahih

  7. Hadits 58123

    Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang bernapas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi · Hadis sahih

  8. Hadits 58257

    Jika salah seorang di antara kalian memukul saudaranya hendaklah menjauhi wajah!

    Muttafaq 'alaih · Hadis sahih

  9. Hadits 65055

    Orang yang membaca Al-Qur`an secara terang-terangan (di depan orang ramai) seperti orang yang bersedekah terang-terangan, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan pelan (kondisi sepi) seperti orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi

    HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Nasai · Sahih

  10. Hadits 65060

    Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās

    HR. Bukhari · Sahih