Ensiklopedi Hadits
Kategori
Jenazah
34 hadits pada snapshot yang tersedia.
- Hadits 8266
Siapa yang rindu bertemu dengan Allah, Allah pun rindu bertemu dengannya. Namun siapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengannya."
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih
- Hadits 8410
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pergi menuju (kuburan) korban perang Uhud lalu mendoakan mereka setelah delapan tahun (dari peristiwa itu) laksana orang yang mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 8870
Muslim manapun yang diberikan kesaksian baik oleh empat orang bagi dirinya niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 8872
Abdullah bin Abu Aufā bertakbir ketika menyalati jenazah putrinya sebanyak empat takbir, lalu ia berdiri setelah takbir ke empat seukuran jeda antara dua takbir sambil memintakan ampunan untuk putrinya dan mendoakannya. Kemudian ia berkata (setelah salat), "Dahulu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa melakukan seperti ini."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Hakim · Hadis hasan
- Hadits 8876
Jenazah ini kalian puji dengan kebaikan maka surga ditetapkan bagi dirinya, sedangkan jenazah itu kalian mengatakan keburukan padanya maka neraka ditetapkan untuknya. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 8910
Janganlah kalian menangisi saudaraku setelah hari ini!
Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih
- Hadits 8917
Tidaklah seorang mayyit meninggal, lalu orang yang menangisinya bangkit seraya meratapinya dengan berkata, “Duhai pelindungku, duhai penanggungku" atau kalimat semacam itu, melainkan diutus dua malaikat untuk memukul dada (mayit itu) sambil bertanya, "Apakah engkau memang seperti itu?"
Diriwayatkan oleh Tirmiżi · Hadis hasan
- Hadits 8927
Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan hingga membuat saudara perempuannya menangis dan berkata padanya, “Duhai gunung tempatku bernaung, begini dan begitu,” Ia berulang kali katakan hal kepada (saudara)nya. Ketika Abdullah sadar, ia berkata, “Tidaklah kamu katakan sesuatu melainkan dikatakan kepadaku, “Benarkah kamu demikian?!”
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 8929
Di antara perkara makruf yang diwajibkan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada kami (ketika mengambil baiat) adalah supaya tidak mendurhakai beliau di dalam hal makruf yaitu tidak mencakar-cakar wajah (ketika ditimpa musibah), tidak meronta-ronta dengan seruan kebinasaan, tidak merobek-robek baju, dan tidak mengacak-acak rambut.
Diriwayatkan oleh Abu Daud · Hadis sahih
- Hadits 10407
Katakanlah, "As-salāmu 'alā ahlid-diyāri minal-mu`minīna wal-Muslimīn, wa yarḥamullāhu al-mustaqdimīna min kum wal-musta`khirīn, wa innā in syā` Allāhu bikum lāḥiqūn" (Keselamatan untuk kalian wahai penghuni tempat tinggal (kuburan) ini, dari kalangan kaum Mukminin dan Muslimin dan semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang akan menyusul kami, dan kami insya Allah akan menyusul kalian).
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih