Ensiklopedi Hadits
Kategori
Kematian dan Hukum-hukumnya
12 hadits pada snapshot yang tersedia.
- Hadits 3290
Sesungguhnya milik Allah-lah segala yang Dia ambil, dan kepunyaan-Nya pula segala yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya telah ditentukan, maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari Allah.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 3295
Sesungguhnya kesabaran itu saat goncangan pertama
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 4849
Sesungguhnya Rasulullah ﷺ berlepas diri dari wanita yang berteriak histeris, mencukur rambut, dan yang merobek-robek pakaian (ketika terjadi musibah)
Muttafaq 'alaih · Sahih
- Hadits 5364
Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka kerjakan
HR. Bukhari · Sahih
- Hadits 8266
Siapa yang rindu bertemu dengan Allah, Allah pun rindu bertemu dengannya. Namun siapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengannya."
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih
- Hadits 8870
Muslim manapun yang diberikan kesaksian baik oleh empat orang bagi dirinya niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 8876
Jenazah ini kalian puji dengan kebaikan maka surga ditetapkan bagi dirinya, sedangkan jenazah itu kalian mengatakan keburukan padanya maka neraka ditetapkan untuknya. Kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 8910
Janganlah kalian menangisi saudaraku setelah hari ini!
Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih
- Hadits 8917
Tidaklah seorang mayyit meninggal, lalu orang yang menangisinya bangkit seraya meratapinya dengan berkata, “Duhai pelindungku, duhai penanggungku" atau kalimat semacam itu, melainkan diutus dua malaikat untuk memukul dada (mayit itu) sambil bertanya, "Apakah engkau memang seperti itu?"
Diriwayatkan oleh Tirmiżi · Hadis hasan
- Hadits 8927
Abdullah bin Rawāḥah -raḍiyallāhu 'anhu- pernah pingsan hingga membuat saudara perempuannya menangis dan berkata padanya, “Duhai gunung tempatku bernaung, begini dan begitu,” Ia berulang kali katakan hal kepada (saudara)nya. Ketika Abdullah sadar, ia berkata, “Tidaklah kamu katakan sesuatu melainkan dikatakan kepadaku, “Benarkah kamu demikian?!”
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih