Lewati ke konten
Mutun.id
Ensiklopedi Hadits

Kategori

Talak

13 hadits pada snapshot yang tersedia.

  1. Hadits 5827

    Abdullah bin Umar menceraikan istrinya yang sedang haid. Lalu Umar menceritakannya pada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- langsung marah karena hal tersebut

    Muttafaq 'alaih · Hadis sahih

  2. Hadits 6020

    Engkau tidak berkewajiban memberinya nafkah.

    Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

  3. Hadits 6089

    Engkau mau rujuk kepada Rifā'ah? Tidak boleh, sampai engkau menghisap madunya (menikmatinya) dan dia menghisap madumu (menikmatimu)

    Muttafaq 'alaih · Hadis sahih

  4. Hadits 8286

    Masa idah yang ditetapkan sudah berlalu. Silakan lamar dia!

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah · Hadis sahih

  5. Hadits 58078

    Tidak boleh, sampai ada lelaki lain yang menikmati madunya (menggaulinya) sebagaimana yang dirasakan oleh suami pertama.

    Muttafaq 'alaih · Hadis sahih

  6. Hadits 58082

    Ceraikan salah satunya yang engkau kehendaki

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis hasan

  7. Hadits 58138

    Talak pada masa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Abu Bakar, dan dua tahun pertama masa khilafah Umar adalah bahwa talak tiga berarti satu

    Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih

  8. Hadits 58140

    Abdu Yazīd ayah Rukānah dan ayah saudara-saudaranya telah menceraikan Ummu Rukānah, serta telah menikah kembali dengan seorang wanita dari Muzainah. Kemudian wanita itu datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan berkata, 'Dia tidak memberiku kepuasan kecuali seperti sehelai rambut ini.

    Diriwayatkan oleh Abu Daud · Hadis hasan

  9. Hadits 58142

    Tiga perkara, seriusnya adalah serius, dan candanya adalah serius, yaitu; nikah, perceraian, dan rujuk (membatalkan perceraian).

    Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud · Hadis hasan

  10. Hadits 58144

    Sesungguhnya Allah memaafkan umatku terkait apa yang terlintas dalam hati mereka, selama ia tidak melakukan ataupun mengungkapnya

    Muttafaq 'alaih · Sahih