Lewati ke konten
Mutun.id

Adab Makan

آداب الأكل · Entri 102 dari 141

Teks Arab

آداب الأكل

١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «يَا غُلَامُ! سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» (^١).

٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «كُلُوا فِي القَصْعَةِ (^٢) مِنْ جَوَانِبِهَا، وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهَا؛ فَإِنَّ البَرَكَةَ تَنْزِلُ فِي وَسَطِهَا» (^٣).

٣ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذىً وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ» (^٤).

٤ - «مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ» (^١).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

1. Nabi ﷺ bersabda, “Wahai anak muda, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian yang terdekat denganmu.” (Muttafaq alaih).

2. Nabi ﷺ bersabda, “Makanlah mulai dari tepi-tepi nampan, dan janganlah kalian makan dari bagian tengahnya, karena keberkahan turun di bagian tengahnya.” (HR. Ahmad).

3. Nabi ﷺ bersabda, “Jika makanan seseorang dari kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membersihkan kotoran yang menempel padanya, lalu memakannya; jangan sampai ia membiarkannya untuk setan.” (HR. Muslim).

4. Dari Abu Hurairah , ia berkata, “Rasulullah ﷺ sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya,

beliau makan; dan jika beliau tidak menyukainya, beliau tinggalkan.” (Muttafaq alaih).

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

  2. ٢

    القَصْعَةُ: إِنَاءٌ مِنْ خَشَبٍ، وَغَيْرُهَا مِثْلُهَا فِي الحُكْمِ.

  3. ٣

    رَوَاهُ أَحْمَدُ.

  4. ٤

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

  5. ١

    مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 101 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 178,179, printed page 197,198
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.