Ensiklopedi Hadits
Kategori
Fikih Muamalah
98 hadits pada snapshot yang tersedia.
- Hadits 6159
Sesungguhnya walā' (perwalian) untuk orang yang memerdekakan.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 6374
Tidak ada keyatiman pasca bermimpi basah (balig), dan tidak ada puasa bicara/diam selama sehari-semalam.
Diriwayatkan oleh Abu Daud · Hadis sahih
- Hadits 6375
Abu Bakar Aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhu- menemui seorang wanita dari kabilah Aḥmas, bernama Zainab. Ia melihatnya tidak mau bicara.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 6388
Seorang budak yang dimiliki tuannya dan saleh, maka baginya dua pahala.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 6396
Siapa membebaskan seorang hamba sahaya Muslim, Allah pasti membebaskan dengan setiap anggota badan hamba sahaya itu setiap anggota tubuh orang yang memerdekakannya dari neraka, hingga kemaluan dengan kemaluannya.
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 6611
Tidaklah seorang pemilik emas maupun perak yang tidak menunaikan zakatnya kecuali nanti ketika datang hari Kiamat akan dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari api
Muttafaq 'alaih · Sahih
- Hadits 8318
Beliau pernah mengisahkan bahwa ada seorang dari Bani Israil yang meminjam uang seribu dinar kepada Bani Israil lainnya.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 8370
Sesungguhnya Allah memberikan hak-hak kepada yang berhak menerimanya. Tidak ada wasiat untuk ahli waris. Anak dinisbahkan kepada ayahnya dan bagi pezina adalah rajam. Siapa yang menasabkan diri kepada selain ayahnya atau berafiliasi kepada selain orang yang memerdekakannya karena benci kepada mereka maka baginya laknat Allah. Allah tidak menerima darinya ibadah sedikit ataupun banyak.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih
- Hadits 8409
Kisah Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bersama Abdullah bin az-Zubair -raḍiyallāhu 'anhumā- tentang pengabaian (isolasi/tidak mau berbicara dengannya) dan nazar.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih
- Hadits 8894
Aku adalah anak ketujuh dari tujuh bersaudara dari Bani Muqarrin. Kami hanya memiliki seorang pelayan (hamba sahaya). Pada suatu ketika, saudara kami yang paling kecil menamparnya. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkan kami untuk memerdekakannya.
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih