Ensiklopedi Hadits
Kategori
Sifat-sifat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
98 hadits pada snapshot yang tersedia.
- Hadits 4247
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa tidur di awal malam dan bangun di akhirnya, lalu melaksanakan salat
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 4249
Sesungguhnya aku berdiri untuk salat dan aku bermaksud hendak memanjangkannya, lalu aku mendengar tangisan seorang anak kecil, lalu aku ringankan salatku karena aku tak mau merisaukan ibunya.
Diriwayatkan oleh Bukhari - Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 4251
Mencium anak-anak, merahmati dan menyayangi mereka
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 4293
Suatu pagi Rasulullah-ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- keluar dengan mengenakan kain yang bergambar pelana unta yang terbuat dari bulu hitam.
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih
- Hadits 4296
Aku melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- duduk di atas pantat lalu menegakkan betisnya sambil memakan kurma.
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih
- Hadits 4297
Aku melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memakai dua baju hijau.
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi · Hadis sahih
- Hadits 4524
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang puasa wiṣāl (puasa terus menerus tanpa berbuka). Orang-orang berkata, “Namun, bukankah anda melakukan puasa wiṣāl?” Beliau bersabda, “Sungguh aku tidak sama seperti keadaan kalian, karena aku diberi makan dan minum.”
Muttafaq 'alaih · Hadis sahih
- Hadits 4827
Pakaian yang paling disenangi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah gamis
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad · Hadis sahih
- Hadits 4829
Apabila Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak sempat melakukan salat malam karena sakit atau yang lainnya, beliau melakukan salat pada waktu siang sebanyak dua belas rakaat.
Diriwayatkan oleh Muslim · Hadis sahih
- Hadits 4927
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa berdiri di atas sebatang pohon (kurma) ketika berkhotbah. Setelah dibuatkan mimbar, kami mendengar sesuatu pada batang pohon (kurma) tersebut seperti suara binatang yang bunting sehingga Nabi-ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- turun lalu meletakan tangannya padanya. Setelah itu, batang pohon itu pun diam.
Diriwayatkan oleh Bukhari · Hadis sahih