Lewati ke konten
Mutun.id

Doa saat Menjenguk Orang Sakit

الدعاء للمريض عند عيادته · Entri 23 dari 141

Teks Arab

الدعاء للمريض عند عيادته

١ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ لَهُ: «لَا بَأْسَ طَهُورٌ (^١) إِنْ شَاءَ اللَّهُ» (^٢).

٢ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ، يَمْسَحُ بِيَدِهِ اليُمْنَى وَيَقُولُ: «اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ (^٣)، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا» (^٤).

٣ - أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: «يَا مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ» (^١).

٤ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ، فَقَالَ - عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ -: أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ؛ إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ المَرَضِ» (^٢).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

1. Apabila Nabi ﷺ menjenguk orang sakit, beliau berkata kepadanya, “Lā ba'sa, thahūrun in syāallāh” “Tidak mengapa, dengan izin Allah penyakit ini akan menjadi pembersih (dosa).” (HR. Bukhari).

2. Nabi ﷺ mendoakan salah seorang keluarganya, beliau mengusap dengan tangan kanannya, sembari membaca, “Allāhumma Rabbannās, adz-hibil-bās, isyfihi wa antasy-syāfī, lā syifā-a illā syifā-uka, syifā-an lā yughādiru saqamā” “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah dia, Engkaulah Sang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit sedikit pun.” (Muttafaq alaih, dengan lafaz Bukhari).

3. Jibril datang kepada Nabi ﷺ, ia bertanya, “Wahai Muhammad, apakah engkau sakit?” Beliau menjawab, “Ya.” Lalu, Jibril berkata, “Bismillāhi arqīka, min kulli syaiin yu'dzīka, min syarri kulli nafsin au 'aini ḥāsidin, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka” “Dengan nama Allah aku memohon perlindungan untukmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari keburukan setiap jiwa atau mata pendengki.

Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku memohon perlindungan untukmu.” (HR. Muslim).

4. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang menjenguk orang sakit yang ajalnya belum tiba, lalu ia berdoa di sisinya sebanyak tujuh kali, ‘As-alullāhal-'azhīm, Rabbal-'arsyil-'azhīm an yasyfiyak’ ‘Aku memohon kepada Allah yang Mahaagung, Pemilik Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu,’ maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit itu.” (HR. Abu Dawud).

4. Rasulullah ﷺ, apabila ada orang yang mengeluhkan suatu penyakit kepada beliau, atau ia mengidap bisul (dan sejenisnya) atau mengalami luka, beliau melakukan seperti ini (mengambil air liur) dengan jari telunjuknya, lalu beliau letakkan jari telunjuknya di tanah (sehingga sebagian tanahnya menempel), kemudian beliau angkat kembali (dan mengusapkannya pada bagian luka tersebut, sembari mengucapkan), “Bismillāhi, turbatu ardhinā, bi rīqati ba'dhinā, li yusyfā bihī saqīmunā, bi idzni rabbinā” “Dengan nama Allah.

Tanah dari bumi kami, disertai air liur seseorang di antara kami, semoga dengannya orang sakit ini disembuhkan, dengan izin Tuhan kami.” (Muttafaq alaih).

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    أَي: المَرَضُ مُطَهِّرٌ لِذُنُوبِكَ.

  2. ٢

    رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

  3. ٣

    أَي: الشِّدَّةَ.

  4. ٤

    مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

  5. ١

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

  6. ٢

    رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 22 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 49,50, printed page 56,57
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.