Lewati ke konten
Mutun.id

Doa Safar

دعاء السفر · Entri 34 dari 141

Teks Arab

دعاء السفر

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا اسْتَوَى عَلَى بَعِيرِهِ خَارِجًا إِلَى سَفَرٍ: «كَبَّرَ - ثَلَاثًا -، ثُمَّ قَالَ: ﴿سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ (^١) * وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ (^٢)﴾.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى.

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ (^١)، وَكَآبَةِ المَنْظَرِ (^٢)، وَسُوءِ المُنْقَلَبِ (^٣) فِي المَالِ وَالأَهْلِ.

وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ، وَزَادَ فِيهِنَّ: «آيِبُونَ (^٤)، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ» (^٥).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

«ﱩﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭸ ﮀ ﮁ ﮂ Apabila Nabi ﷺ telah naik ke atas untanya ketika hendak bepergian jauh, beliau bertakbir sebanyak tiga kali, lalu membaca, “Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinin, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas-aluka fī safarinā hādzā al-birra wat-taqwā, wa minal'amali mā tardhā. Allāhumma hawwin 'alainā safaranā hādzā, wathwi 'annā bu'dahu. Allāhumma antashshāḥibu fissafari, wal-khalīfatu fil-ahli.

Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsāis-safari, wa kaābatil-manzhari, wa sū-il-munqalabi fil-māli wal-ahli” “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu mengendalikannya sendiri, dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami pasti akan kembali.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan selama perjalanan kami ini, serta amal perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini bagi kami, dan pendekkanlah untuk kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah pendamping dalam perjalanan dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari segala hambatan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan keadaan harta dan keluarga yang tidak baik saat aku kembali.”

Kemudian, saat beliau kembali, beliau membaca doa yang sama, seraya menambahkan, “Āyibūna tāibūna 'ābidūna lirabbinā ḥāmidūn” “Kami kembali, kami bertaubat, kami tunduk, dan kami memuji Tuhan kami.” (HR. Muslim).

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    أَيْ: قَادِرِينَ عَلَى اسْتِعْمَالِ هَذَا المَرْكُوبِ لَوْلَا تَسْخِيرُ اللَّهِ.

  2. ٢

    أَيْ: صَائِرُونَ إِلَيْهِ بَعْدَ مَمَاتِنَا.

  3. ١

    أَيْ: مَشَقَّتِهِ.

  4. ٢

    أَيْ: قُبْحِهِ.

  5. ٣

    أَيْ: سُوءِ المَرْجِعِ.

  6. ٤

    أَيْ: رَاجِعُونَ.

  7. ٥

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 33 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 65,66, printed page 74,75
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.