Lewati ke konten
Mutun.id

Mengenakan Pakaian Baru

لبس الثوب الجديد · Entri 47 dari 141

Teks Arab

لبس الثوب الجديد

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا اسْتَجَدَّ (^١) ثَوْبًا، سَمَّاهُ بِاسْمِهِ (^٢) - عِمَامَةً، أَوْ قَمِيصًا، أَوْ رِدَاءً - ثُمَّ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ» (^٣).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

Apabila Nabi ﷺ mengenakan pakaian baru, beliau menyebut jenis pakaian tersebut1, baik berupa serban, baju, atau sarung, lalu beliau berdoa, “Allāhumma lakal-ḥamdu, anta kasautanīhi, as-aluka khairahu wa khaira mā shuni'a lah, wa a'ūdzu bika min syarrihi wa syarri mā shuni'a lah” “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang telah menganugerahkan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan manfaatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan penggunaannya.” (HR. Tirmidzi). Beliau ﷺ menyebutnya di dalam doanya.

Contohnya, dengan mengatakan, “Baju ini, ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang telah menganugerahkannya kepadaku… dst.” 1

MAKANAN

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    أَيْ: لَبِسَ ثَوْبًا جَدِيدًا.

  2. ٢

    أَيْ: سَمَّى فِي دُعَائِهِ المَلْبُوسَ الجَدِيدَ بِاسْمِهِ، فَيَقُولُ - مَثَلًا -: «هَذَا ثَوْبٌ، اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ …».

  3. ٣

    رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 46 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 82,83, printed page 93,94
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.