Mengikhlaskan Ibadah hanya untuk Allah
الإخلاص لله · Entri 76 dari 141
Teks Arab
الإخلاص لله
١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «قَالَ اللَّهُ ﵎: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي؛ تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ» (^١).
٢ - عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيُّ ﵁ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ المَسِيحِ الدَّجَّالِ؟ قَالَ: قُلْنَا: بَلَى.
فَقَالَ: الشِّرْكُ الخَفِيُّ - أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ -» (^١).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Nabi ﷺ bersabda, “Allah, yang Mahasuci lagi Mahatinggi, berfirman, ‘Aku adalah yang paling tidak butuh terhadap sekutu. Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang di dalamnya ia menyekutukan-Ku dengan yang lain, maka aku akan meninggalkannya beserta kesyiriknya.’” (HR. Muslim).
2. Nabi ﷺ bersabda, “Wahai sekalian manusia, waspadalah kalian terhadap syirik yang tersembunyi.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah syirik yang tersembunyi itu?” Beliau menjawab, “Seseorang berdiri dan melakukan salat, kemudian ia berusaha memperindah salatnya karena ia melihat ada orang lain yang memperhatikannya.
Itulah syirik yang tersembunyi.” (HR. Ibnu Khuzaimah).
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 75 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 142,143, printed page 158,159