Saat Hujan Turun
عند نزول المطر · Entri 66 dari 141
Teks Arab
عند نزول المطر
١ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا رَأَى المَطَرَ، قَالَ: «اللَّهُمَّ صَيِّبًا (^١) نَافِعًا» (^٢).
٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «قَالَ اللَّهُ ﷿: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ: فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ؛ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالكَوْكَبِ.
وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا (^٣)؛
فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالكَوْكَبِ» (^١).
سَمَاعُ صِيَاحِ الدِّيكِ وَنَهِيقِ الحِمَارِ
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Apabila Nabi ﷺ melihat hujan, beliau berdoa, “Allāhumma shayyiban nāfi'an” “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang lebat lagi bermanfaat.” (HR. Bukhari).
2. Nabi ﷺ bersabda, “Allah berfirman, ‘Memasuki pagi ini, ada di antara hamba-hambaku yang beriman kepada-Ku, dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan, ‘Muthirnā bi fadhlillāhi wa raḥmatih’ ‘Kami diberi hujan berkat karunia Allah dan rahmat-Nya,’ maka dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang. Adapun orang yang mengatakan, ‘Kami diberi hujan karena munculnya bintang ini atau bintang itu,’ maka dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.’” (Muttafaq alaih).
MENDENGAR KOKOK AYAM DAN SUARA KELEDAI
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
أَيْ: مَطَرًا.
- ٢
رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
- ٣
أَيْ: بِسَبَبِ طُلُوعِ النَّجْمِ الفُلَانِيِّ، أَوْ بِتَأْثِيرِهِ وَلَيْسَ بِتَدْبِيرِ اللَّهِ.
- ١
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 65 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 127,128,129, printed page 142,143,144