Takziah
التعزية · Entri 26 dari 141
Teks Arab
التعزية
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ﵄ قَالَ: «كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ إِحْدَى بَنَاتِهِ تَدْعُوهُ، وَتُخْبِرُهُ أَنَّ صَبِيًّا لَهَا - أَوِ ابْنًا لَهَا - فِي المَوْتِ، فَقَالَ لِلرَّسُولِ: ارْجِعْ إِلَيْهَا، فَأَخْبِرْهَا أَنَّ: لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى؛ فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ» (^١).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumberDari Usamah bin Zaid , beliau berkata: Ketika kami sedang bersama Nabi ﷺ, salah seorang putri beliau mengirim utusan untuk memanggil beliau, dan mengabarkan bahwa anaknya dalam kondisi menjelang ajal. Beliau berpesan kepada utusan tersebut, “Kembalilah kepadanya, dan sampaikanlah bahwa: lillāhi mā akhadza wa lahu mā a'thā, wa kullu syaiin 'indahu bi ajalin musammā Milik Allahlah apa yang Dia ambil, milik-Nya pula apa yang Dia beri, dan segala sesuatu memiliki batas waktu yang telah ditentukan di sisi-Nya.
Sampaikan padanya, hendaklah ia mengharapkan pahala dari Allah (atas menimpanya).” (Muttafaq alaih). bersabar dan musibah yang
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 25 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 55, printed page 63