Azan
الأذان · Entri 9 dari 141
Teks Arab
الأذان
١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا سَمِعْتُمُ المُؤَذِّنَ؛ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ» (^١).
٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ المُؤَذِّنَ (^٢): أَشْهَدُ ألَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا؛ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ» (^٣).
٣ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ (^١)، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ» (^٢).
٤ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ (^٣)، وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ (^٤)، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا (^٥) الَّذِي وَعَدْتَهُ؛ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ» (^١) (^٢).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Nabi ﷺ bersabda, “Jika kalian mendengar suara muazin, ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, lalu berselawatlah untukku.” (HR. Muslim).
2. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang ketika mendengar suara muazin, mengucapkan,1 ‘Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa anna Muḥammadan 'abduhu wa rasūluh, radhītu billāhi rabban, wa bimuḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan’ ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku,’ maka akan diampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim).
Catatan kaki 1: Setelah muazin mengumandangkan dua kalimat syahadat.
3. Nabi ﷺ bersabda, “Lalu, apabila muazin berseru, ‘Hayya 'alas shalāh (mari menunaikan salat),’ ia menjawab, ‘Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’ ‘Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.’ “Kemudian, apabila muazin berseru, ‘Hayya 'alal falāh (mari menuju kejayaan),’ ia menjawab, ‘Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh’ ‘Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.’” (HR. Muslim).
4. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang setelah mendengar seruan azan, membaca, ‘Allāhumma rabba hādzihid-da'watit-tāmmah, washshalātilqāimah, āti Muḥammadanil-wasīlata wal-fadhīlah, wab'ats-hu maqāman maḥmūdanil-ladzī wa'adtah’ ‘Ya Allah, Sang Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik salat yang didirikan, anugerahkanlah kepada Muhammad wasilah1 dan keutamaan2, serta bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji3 yang telah Engkau janjikan untuknya,’ niscaya ia
Catatan kaki 1: Wasilah adalah Kedudukan tertinggi di surga yang hanya akan diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Catatan kaki 2: Derajat yang melampaui semua makhluk.
Catatan kaki 3: Yaitu sebagai pemberi syafaat agung, di mana beliau memohon kepada Allah agar perhitungan amal segera dimulai, sehingga semua orang dapat terbebas dari penantian yang melelahkan di padang mahsyar.
berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari).1 1 Bacaan-bacaan zikir yang disyariatkan ketika mendengar azan adalah sebagai berikut: 1- Mengikuti setiap kalimat yang dikumandangkan oleh muazin, kecuali pada dua kalimat hai'alah (‘Ḥayya 'alash-shalāh’ dan ‘Ḥayya 'alal falāh’), di mana kita mengucapkan, “Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.” 2- Selepas muazin mengumandangkan dua kalimat syahadat, kita membaca, “Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh, radhītu billāhi rabban, wa bimuḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan.”
3- Apabila muazin selesai mengumandangkan azan, kita berselawat, “Allāhumma shalli wa sallim 'alā nabiyyinā Muḥammad” (Ya Allah, curahkanlah selawat dan salam-Mu atas Nabi kami Muhammad). 4- Selepas berselawat, kita berdoa, “Allāhumma rabba hādzihidda'watit-tāmmah, washshalātil-qāimah, āti Muḥammadanilwasīlata wal-fadhīlah, wab'ats-hu maqāman maḥmūdanil-ladzī wa'adtah.”
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ٢
أَيْ: بَعْدَ فَرَاغِ المُؤَذِّنِ مِنَ الشَّهَادَتَيْنِ.
- ٣
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
أَيْ: لَا تَحَوُّلَ مِنْ حَالٍ إِلَى حَالٍ إِلَّا بِاللَّهِ، وَلَا قُوَّةَ لَنَا إِلَّا بِاللَّهِ.
- ٢
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ٣
أَيْ: دَعْوَةُ الأَذَانِ.
- ٤
الوَسِيلَةُ: مَنْزِلَةٌ فِي الجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِلنَّبِيِّ ﷺ.
- 8
وَالفَضِيلَةُ: الرُّتْبَةُ الزَّائِدَةُ عَلَى سَائِرِ الخَلَائِقِ.
- ٥
المَقَامُ المَحْمُودُ: هُوَ الشَّفَاعَةُ العُظْمَى لِتَعْجِيلِ الحِسَابِ وَالرَّاحَةِ مِنْ طُولِ المَوْقِفِ فِي المَحْشَرِ.
- ١
رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
- ٢
المَشْرُوعُ مِنَ الذِّكْرِ عِنْدَ سَمَاعِ الأَذَانِ مَا يَلِي:
- 12
١.- يَقُولُ كَمَا يَقُولُ المُؤَذِّنُ، إِلَّا فِي الحَيْعَلَتَيْنِ يَقُولُ: «لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ».
- 13
٢.- إِذَا فَرَغَ المُؤَذِّنُ مِنَ الشَّهَادَتَيْنِ؛ يَقُولُ: «أَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا».
- 14
٣.- إِذَا فَرَغَ مِنَ الأَذَانِ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ».
- 15
٤.- ثُمَّ بَعْدَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ».
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 8 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 18,19,20, printed page 25,26,27