Lewati ke konten
Mutun.id

Doa sebelum Salam

الدعاء قبل السلام · Entri 17 dari 141

Teks Arab

الدعاء قبل السلام

١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ؛ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ (^١)، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ» (^٢).

٢ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَعَوَّذُ دُبُرَ الصَّلَاةِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ» (^١).

٣ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُولُ بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ» (^٢).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

1. Nabi ﷺ bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian telah membaca tasyahud, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara, dengan membaca, ‘Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam, wa min 'adzābil-qabri, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl’ ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Neraka Jahanam, dari azab kubur, dari segala ujian kehidupan dan kematian, serta dari keburukan cobaan Dajal Al-Masih.’” (HR. Muslim).

2. Nabi ﷺ biasa berdoa memohon perlindungan di akhir salatnya, “Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-jubni, wa a'ūdzu bika an uradda ilā ardzalil-'umuri, wa a'ūdzu bika min fitnatid-dun-yā, wa a'ūdzu bika min 'adzābil-qabri” “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari kehinaan di usia renta, aku

berlindung kepada-Mu dari ujian dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (HR. Bukhari).

3. Nabi ﷺ biasa berdoa di antara tasyahud dan salam, “Allāhummaghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, wa mā asraftu, wa mā anta a'lamu bihī minnī, antal-muqaddimu wa antal-muakhkhiru, lā ilāha illā anta” “Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku rahasiakan dan yang aku tampakkan, dan setiap perbuatanku yang melampaui batas, serta dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Engkaulah yang Maha Mendahulukan dan Engkaulah yang Maha Mengakhirkan. Tiada Tuhan yang hak selain Engkau.”

(HR. Muslim).

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    أَيْ: كُلِّ فِتْنَةٍ فِي الحَيَاةِ، وَكُلِّ فِتْنَةٍ بَعْدَ المَوْتِ.

  2. ٢

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

  3. ١

    رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

  4. ٢

    رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 16 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 36,37, printed page 43,44
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.