Zikir setelah Salat
الأذكار بعد السلام · Entri 18 dari 141
Teks Arab
الأذكار بعد السلام
١ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ: «اسْتَغْفَرَ - ثَلَاثًا -، وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ (^١)، وَمِنْكَ السَّلَامُ (^٢)، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ» (^٣).
٢ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا فَرَغَ مِنَ الصَّلَاةِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ» (^١).
٣ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُولُ فِي دُبُرِ (^٢) كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ، وَلَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُونَ» (^٣).
٤ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «يَا مُعَاذُ! لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ» (^١).
٥ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ: تَمَامَ المِئَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ؛ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ (^٢)» (^٣).
٦ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ؛ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ» (^١).
٧ - عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ ﵁ قَالَ: «أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ أَقْرَأَ بِالمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ» (^٢).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Biasanya, apabila Nabi ﷺ telah selesai dari salatnya, beliau beristigfar sebanyak tiga kali, lalu membaca, “Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzaljalāli wal-ikrām” “Ya Allah, Engkaulah yang Mahaselamat (dari segala cela dan kekurangan), dan segala bentuk keselamatan berasal dari-Mu. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim).
2. Apabila Nabi ﷺ selesai dari salatnya dan mengucapkan salam, beliau membaca, “Lā ilāha illāllāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku, wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syaiin qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'thaita, wa lā mu'thiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u dzāl-jaddi minkal-jaddu” “Tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah seluruh kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada
yang dapat memberi apa yang Engkau tahan. Tiada guna segala kekayaan bagi pemiliknya di hadapan-Mu.” (Muttafaq alaih).
3. Nabi ﷺ biasa membaca di akhir setiap salat, selepas salam, “Lā ilāha illāllāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku, wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syaiin qadīr, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, lā ilāha illallāh, wa lā na'budu illā iyyāh, lahun-ni'matu, wa lahul-fadhlu, wa lahuts-tsanā-ul-ḥasan, lā ilāha illallāhu, mukhlishīna lahud-dīn, walau karihal-kāfirūn” “Tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah seluruh kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada Tuhan yang hak selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Milik-Nyalah segala nikmat, milik-Nyalah segala pemberian, dan milik-Nyalah segala pujian yang baik. Tidak ada tuhan yang hak selain Allah, kami mengikhlaskan semua ibadah hanya untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.”
(HR. Muslim).
4. Nabi ﷺ berpesan, “Wahai Muadz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai salat untuk mengucapkan, ‘Allāhumma a'innī 'alā dzikrika, wa syukrika, wa ḥusni 'ibādatik’ “Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud).
5. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang bertasbih setiap selesai salat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, maka jumlahnya adalah 99, lalu ia sempurnakan menjadi 100 dengan membaca, ‘Lā ilāha illāllāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku, wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syaiin qadīr’ ‘Tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah seluruh kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,’ maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim).
6. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setelah setiap salat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya
untuk masuk surga kecuali kematiannya.” (HR. Nasa'i dalam kitab As-Sunan Al-Kubra).
7. Dari Uqbah bin Amir , ia berkata, “Rasulullah ﷺ memerintahkan kepadaku untuk membaca Mu'awwidzat1 setelah setiap salat.” (HR. Ahmad).
Catatan kaki 1: Surah-surah pelindung, yaitu Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas.
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
أَيْ: أَنْتَ السَّالِمُ مِنْ جَمِيعِ العُيُوبِ وَالنَّقَائِصِ.
- ٢
أَيْ: مِنْكَ تُرْجَى السَّلَامَةُ مِنَ الآفَاتِ وَالشُّرُورِ.
- ٣
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
- ٢
أَيْ: عَقِبَ.
- ٣
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ.
- ٢
زَبَدُ البَحْرِ: مَا يَعْلُو مَاءَ البَحْرِ عِنْدَ هَيَجَانِهِ.
- ٣
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
رَوَاهُ النَّسَائِيُّ فِي السُّنَنِ الكُبْرَى.
- ٢
رَوَاهُ أَحْمَدُ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 17 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 38,39,40,41, printed page 45,46,47,48