Meminta Izin (sebelum Memasuki Suatu Tempat)
الاستئذان · Entri 107 dari 141
Teks Arab
الاستئذان
١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِنَّمَا جُعِلَ الاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ البَصَرِ (^١)» (^٢).
٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدُكُمْ ثَلَاثًا، فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ؛ فَلْيَرْجِعْ» (^٣).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Nabi ﷺ bersabda, “Sebenarnya, meminta izin itu disyariatkan demi menjaga pandangan.”1 (Muttafaq alaih).
2. Nabi ﷺ bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian sudah meminta izin sebanyak tiga kali, dan tidak diberi izin, hendaklah ia pulang.” (Muttafaq alaih).
Catatan kaki 1: Agar mata tidak melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat.
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
أَيْ: إِنَّمَا شُرِعَ الِاسْتِئْذَانُ؛ لِئَلَّا يَقَعُ البَصَرُ إِلَى دَاخِلِ البَيْتِ، فَفِيهِ النَّهْيُ عَنِ النَّظَرِ إِلَى دَاخِلِ البُيُوتِ.
- ٢
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
- ٣
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 106 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 186, printed page 206