Lewati ke konten
Mutun.id

Tasbih dan Tahmid

التسبيح والتحميد · Entri 61 dari 141

Teks Arab

التسبيح والتحميد

١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ؛ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الجَنَّةِ» (^١).

٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، فِي يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ؛ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ» (^٢).

٣ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَحَبُّ الكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ» (^١).

٤ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي المِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ» (^٢).

٥ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ: كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ مِئَةَ تَسْبِيحَةٍ؛ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ» (^٣).

٦ - عَنْ جُوَيْرِيَةَ ﵂: «أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا (^١)، ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى (^٢)، وَهِيَ جَالِسَةٌ، فَقَالَ: مَا زِلْتِ عَلَى الحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا؟ قَالَتْ: نَعَمْ.

قَالَ: لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ - ثَلَاثَ مَرَّاتٍ -، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ اليَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ» (^٣).

Latih hafalan

Terjemah Indonesia

Terjemah dari sumber

1. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan, ‘Subḥānallāhil-'Azhīmi wa bi ḥamdih’ ‘Mahasuci Allah yang Mahaagung, dan segala puji bagiNya,’ akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

2. Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa yang membaca, ‘Subḥānallāhi wa bi ḥamdih’ ‘Mahasuci Allah, dan segala puji bagi-Nya’ sebanyak 100 kali dalam sehari, akan dihapus dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (Muttafaq alaih).

3. Nabi ﷺ bersabda, “Ucapan yang paling dicintai oleh Allah adalah 4 kalimat: Subḥānallāh (Mahasuci Allah), Alḥamdu lillāh (segala puji bagi Allah), Lā ilāha illallāh (tidak ada Tuhan yang hak selain Allah), dan Allāhu akbar (Allah Mahabesar), tidak masalah kalimat mana saja yang engkau ucapkan terlebih dahulu.” (HR. Muslim).

4. Nabi ﷺ bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: ‘Subḥānallāhi wa bi ḥamdihi, subḥānallāhil 'Azhīm’ ‘Mahasuci Allah, dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Mahaagung.’” (Muttafaq alaih).

5. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak bisakah seseorang di antara kalian mendapatkan seribu kebajikan setiap hari?” Seorang sahabat yang hadir di majlis itu bertanya, “Bagaimana seseorang di antara kami bisa mendapatkan seribu kebajikan?” Beliau menjawab, “Dengan bertasbih sebanyak seratus kali, maka akan dicatat untuknya seribu kebajikan, atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.”

(HR. Muslim).

6. Dari Juwairiyah , bahwasanya Nabi ﷺ keluar meninggalkannya di suatu pagi buta selepas salat subuh, sedang ia masih berada di tempat salatnya. Beliau kemudian kembali di waktu duha, dan mendapatinya masih duduk di tempat semula. Beliau bertanya, “Apakah engkau masih tetap dalam keadaan duduk seperti ini sejak aku meninggalkanmu tadi?”

Ia menjawab, “Ya.” Beliau berkata, “Sungguh, setelah meninggalkanmu, aku telah membaca empat kalimat sebanyak tiga kali. Seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan semua yang engkau baca sejak pagi tadi, niscaya kalimat-kalimat tersebut akan mengunggulinya: ‘Subḥānallāhi wa bi ḥamdih, 'adada khalqih, wa ridhā nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midāda kalimātih’ ‘Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah ciptaan-Nya, sepanjang keridaan-Nya, seberat Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimat-Nya.’”1 (HR. Muslim).

Catatan kaki 1: Maksudnya, ‘Aku bertasbih dan memuji Allah tanpa batas.’

Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.

Catatan sumber Arab

  1. ١

    رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ.

  2. ٢

    مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

  3. ١

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

  4. ٢

    مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

  5. ٣

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

  6. ١

    أَيْ: مَكَانِ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا.

  7. ٢

    أَيْ: دَخَلَ فِي وَقْتِ الضُّحَى.

  8. ٣

    رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Tentang entri ini
Urutan
Hadits 60 dari 141 di kitab ini
Sumber teks
Turath book 568, page_id 118,119,120, printed page 133,134,135
Hafalan dan muroja'ahmemuat catatan…

Memuat catatan hafalan…

Latihan hafalan

Satu potongan setiap kali. Baca, ucapkan dari ingatan, lalu catat tikrarnya sebelum lanjut.

Batas potongan ditinjau manusia dan mengikuti batas makna.

Baca berulang sampai lancar sebelum mulai menguji diri.

Pilih tingkat bantuan untuk mulai menguji hafalan. Selama Baca penuh dipilih, matan utuh tetap menjadi halaman bacaan.