Zikir sebelum Tidur
أذكار النوم · Entri 55 dari 141
Teks Arab
أذكار النوم
١ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ، فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ (^١)؛ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ، وَلْيُسَمِّ اللَّهَ، فَإِنَّهُ لَا يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ.
فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَضْطَجِعَ؛ فَلْيَضْطَجِعْ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ، وَلْيَقُلْ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي، بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ» (^٢).
٢ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ ﴿اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ﴾؛ فَإِنَّهُ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ» (^١).
٣ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ: جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا، فَقَرَأَ فِيهِمَا: ﴿قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ﴾، وَ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴾، وَ﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ» (^٢).
٤ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ: «بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا» (^١).
٥ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَافِيَةَ» (^٢).
٦ - كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، وَكَفَانَا (^٣) وَآوَانَا (^٤)، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ» (^٥).
٧ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِعَلِيٍّ وَفَاطِمَةَ ﵄: «أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ؟ إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا أَوْ أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا: فَسَبِّحَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ؛ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ» (^١).
٨ - قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ﵁: «كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ: أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الأَرْضِ وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى (^١)، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ البَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ» (^٢).
٩ - قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ: فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ (^١) ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ.
وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلَامِكَ، فَإِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ، مِتَّ وَأَنْتَ عَلَى الفِطْرَةِ» (^٢).
Terjemah Indonesia
Terjemah dari sumber1. Nabi ﷺ bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian memasuki tempat tidurnya, hendaklah ia memegang ujung bagian dalam kain sarungnya, lalu mengibas-ngibas tempat tidurnya dengannya sembari menyebut nama Allah, karena ia tidak mengetahui apa yang berada di tempat tidurnya setelah ia meninggalkannya.
Lalu, apabila ia hendak berbaring, hendaklah ia berbaring dengan sisi kanan tubuhnya, dan membaca, ‘Subḥānakallāhumma rabbī, bika wadha'tu janbī, wa bika arfa'uh, in amsakta nafsī faghfir lahā, wa in arsaltahā faḥfazhhā bimā taḥfazhu bihi 'ibādakash-shāliḥīn” “Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhanku, karena-Mu aku membaringkan tubuhku, dan karena-Mu pula aku mengangkatnya kembali. Jika Engkau menahan jiwaku1, maka ampunilah ia. Namun, jika Engkau melepaskannya kembali2, jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Muttafaq alaih).
Catatan kaki 1:
Catatan kaki 2: Mencabut nyawaku di kala tidur. Engkau biarkan hidup dan membangunkanku dari tidur.
2. Dari Abu Hurairah -dalam kisahnya bersama setan-, bahwasanya setan berkata kepadanya, “Jika engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi, ‘Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm’ ‘Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Memelihara,’ hingga akhir ayatnya, niscaya Allah akan selalu manjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu, hingga tiba pagi hari.” Nabi ﷺ bersabda, “Dia adalah pembohong. Namun, kali ini ia jujur kepadamu.”
(HR. Nasa'i dalam kitab As-Sunan Al-Kubra).
3. Di setiap malam, apabila Nabi ﷺ mendatangi tempat tidurnya, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya dengan membacakan surah: “Qul huwallāhu Aḥad”
“Katakanlah, ‘Dialah Allah yang Maha Esa,’” “Qul a'ūdzu bi rabbil-falaq” “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Sang Penguasa subuh,’” dan “Qul a'ūdzu bi rabbin-nās” “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan seluruh manusia.’” Kemudian, beliau mengusapkan kedua telapak tangannya pada bagian tubuh yang dapat dijangkaunya, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan seperti ini sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari).
4. Apabila Nabi ﷺ hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, lalu mengucapkan, “Allāhumma bismika amūtu wa aḥyā” “Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati (tidur) dan hidup (bangun).” (HR. Bukhari).
5. Nabi ﷺ berdoa, “Allāhumma khalaqta nafsī wa anta tawaffāhā, laka mamātuhā wa maḥyāhā, in aḥyaitahā faḥfazh-hā, wa in amattahā faghfir lahā. Allāhumma innī as-alukal-'āfiyah” “Ya Allah, Engkaulah yang telah menciptakan jiwaku, dan Engkau pula yang mewafatkannya, milik-Mulah mati dan hidupnya. Jika Engkau menghidupkannya kembali, jagalah ia.
Namun, jika Engkau mematikannya, ampunilah ia. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu.” (HR. Muslim).
6. Apabila Nabi ﷺ hendak berbaring di tempat tidurnya, beliau mengucapkan, “Alḥamdu lillāhilladzī ath'amanā wa saqānā, wa kafānā wa āwānā, fakam mimman lā kāfiya lahu wa lā mu'wiy” “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menganugerahi kami kecukupan dan tempat tinggal, sementara banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan tempat tinggal.” (HR. Muslim).
7. Nabi ﷺ berkata kepada Ali dan Fatimah , “Apabila kalian hendak tidur, bertasbihlah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertakbirlah tiga puluh empat kali. Sungguh, itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (Muttafaq alaih).
8. Abu Hurairah berkata, “Nabi ﷺ memerintahkan, jika seseorang di antara kami hendak tidur, hendaklah ia berbaring di atas sisi kanan tubuhnya, kemudian membaca, ‘Allāhumma rabbas-samāwāti wa rabbal-ardhi wa rabbal'arsyil-'azhīm, rabbana wa rabba kulli syaiin, fāliqal-ḥabbi wan-nawā, wa munzilat-taurāti wal-injīli wal-furqān. A'ūdzu bika min syarri kulli syaiin anta ākhidzun bi nāshiyatihi.
Allāhumma antal-awwalu falaisa qablaka syai', wa antalākhiru falaisa ba'daka syai', wa antazh-zhāhiru falaisa fauqaka syai', wa antal-bāthinu falaisa dūnaka syai', iqdhi 'annad-daina wa aghninā minal-faqri’ ‘Ya Allah, Tuhan seluruh langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang membelah (menumbuhkan) benih biji-bijian dan buah-buahan, Yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Furqan (Al-Qur'an), aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang yang berada di bawah kendali-Mu.
Ya Allah, Engkaulah Al-Awwal (Yang Pertama), tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu; Engkaulah Al-Ākhir (Yang Terakhir), tidak ada sesuatu pun sesudah-Mu; Engkau adalah Azh-Zhāhir (Yang Tertinggi), tidak ada sesuatu pun di atas-Mu; dan Engkau adalah Al-Bāthin (Yang Maha Tersembunyi), tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat daripada-Mu; lunasilah hutang kami dan berilah kami kecukupan hingga kami terlepas dari kefakiran.’” (HR. Muslim).
9. Nabi ﷺ bersabda, “Jika engkau bersiap hendak tidur, berwudulah sebagaimana engkau berwudu untuk salat, kemudian berbaringlah dengan sisi kananmu, lalu ucapkanlah, ‘Allāhumma innī aslamtu wajhī ilaika, wa fawwadhtu amrī ilaika, wa alja'tu zhahrī ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, lā maljaa wa lā manjā minka illā ilaika. Āmantu bi kitābikalladzī anzalta, wa bi nabiyyikal-ladzī arsalta’ ‘Ya Allah, kuserahkan wajahku kepada-Mu, kupasrahkan urusanku kepada-Mu, kusandarkan punggungku pada-Mu, dengan penuh harap dan takut kepada-Mu.
Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari-Mu kecuali dengan kembali kepadaMu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.’ Jadikanlah kalimat-kalimat ini di antara ucapan terakhirmu, maka, jika engkau mati pada malam itu, engkau mati dalam keadaan fitrah (muslim).” (Muttafaq alaih).
Terjemah ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.
Catatan sumber Arab
- ١
أَيْ: طَرَفَهُ.
- ٢
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
- ١
رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
- ٢
رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
- ١
رَوَاهُ البُخَارِيُّ.
- ٢
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ٣
أَيْ: دَفَعَ عَنَّا الشَّرَّ، وَقَضَى حَوَائِجَنَا.
- ٤
أَيْ: رَزَقَنَا مَسَاكِنَ وَهَيَّأَ لَنَا المَأْوَى.
- ٥
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
- ١
الفَلْقُ هُوَ: الشَّقُّ، وَالنَّوَى: مَا فِي جَوْفِ ثَمَرِ وَالأَشْجَارَ. وَالمَعْنَى: يَا مَنْ شَقَّهَا فَأَخْرَجَ مِنْهَا الزَّرْعَ وَالأَشْجَارَ.
- ٢
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
- ١
أَيْ: أَسْنَدْتُ.
- ٢
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Tentang entri ini
- Urutan
- Hadits 54 dari 141 di kitab ini
- Sumber teks
- Turath book 568, page_id 94,95,96,97,98,99, printed page 107,108,109,110,111,112