الأصول الثلاثة
Al-Ushul Ats-Tsalatsah
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Matan ringkas tentang tiga landasan utama yang perlu dikenal seorang muslim: mengenal Allah, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pengantar
المقدمة: المسائل الأربع
الأُولَى: العِلمُ، وَهُوَ مَعرِفَةُ اللَّهِ، وَمَعرِفَةُ نَبِيِّهِ، وَمَعرِفَةُ دِينِ الإِسلَامِ بِالأَدِلَّةِ.
Terjemah Indonesia
Pertama: ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal nabi-Nya, dan mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya.
وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿﷽ وَالعَصرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوا بِالحَقِّ وَتَوَاصَوا بِالصَّبرِ﴾.
Terjemah Indonesia
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Demi waktu asar, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)
قَالَ الشَّافِعِيُّ -رَحِمَهُ اَللَّهُ تَعَالَى-: (هَذِهِ السُّورَةَ لَو مَا أَنزَلَ اللَّهُ حُجَّةً عَلَى خَلقِهِ إِلاَّ هِيَ لَكَفَتهُم).
Terjemah Indonesia
Imam Syafi'i rahimahullah berkata: "Seandainya Allah tidak menurunkan hujah kepada makhluk-Nya selain surat ini, niscaya surat ini sudah mencukupi mereka."
وَقَالَ البُخَارِيُّ -رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى-: (بَابٌ: العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: [فَاعلَم أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاستَغفِر لِذَنبِكَ]، فَبَدَأَ بِالعِلمِ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ).
Terjemah Indonesia
Imam Bukhari rahimahullah berkata: "Bab: ilmu sebelum ucapan dan amal. Dalilnya firman Allah Ta'ala: 'Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu.' (QS. Muhammad: 19). Beliau memulai dengan ilmu sebelum ucapan dan amal."
Pasal
المسائل الثلاث
اعلَم -رَحِمَكَ اَللَّهُ- أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ وَمُسلِمَةٍ تَعَلُّمُ ثَلَاثِ هَذِهِ المَسَائِلِ وَالعَمَلُ بِهِنَّ:
Terjemah Indonesia
Ketahuilah, semoga Allah merahmatimu, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari tiga perkara ini serta mengamalkannya:
الأُولَى: أَنَّ اللَّهَ خَلَقَنَا وَرَزَقَنَا وَلَم يَترُكنَا هَمَلًا، بَل أَرسَلَ إِلَينَا رَسُولًا، فَمَن أَطَاعَهُ دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَن عَصَاهُ دَخَلَ النَّارَ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّا أَرسَلنَا إِلَيكُم رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيكُم كَمَا أَرسَلنَا إِلَى فِرعَونَ رَسُولًا فَعَصَى فِرعَونُ الرَّسُولَ فَأَخَذنَاهُ أَخذًا وَبِيلًا﴾.
Terjemah Indonesia
Pertama: bahwa Allah menciptakan kita, memberi kita rezeki, dan tidak membiarkan kita tanpa arah. Dia mengutus seorang rasul kepada kita; siapa yang menaatinya masuk surga, dan siapa yang mendurhakainya masuk neraka. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul yang menjadi saksi atas kalian, sebagaimana Kami mengutus seorang rasul kepada Fir'aun.
Maka Fir'aun mendurhakai rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat." (QS. Al-Muzzammil: 15-16)
الثَّانِيَةُ: أَنَّ اللَّهَ لَا يَرضَى أَن يُشرَكَ مَعَهُ أَحَدٌ فِي عِبَادَتِهِ، لَا نَبِيٌّ مُرسَلٌ وَلَا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلَا غَيرُهُمَا، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَأَنَّ المَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا﴾.
Terjemah Indonesia
Kedua: bahwa Allah tidak ridha bila ada sesuatu pun disekutukan dengan-Nya dalam ibadah: bukan nabi yang diutus, bukan malaikat yang didekatkan, dan bukan selain keduanya. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyeru sesuatu pun bersama Allah." (QS. Al-Jinn: 18)
الثَّالِثَةُ: أَنَّ مَن أَطَاعَ الرَّسُولَ وَوَحَّدَ اللَّهَ لَا يَجُوزُ لَهُ مُوَالَاةُ مَن حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَو كَانَ أَقرَبَ قَرِيبٍ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿لَا تَجِدُ قَومًا يُؤمِنُونَ بِاللَّهِ وَاليَومِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَن حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَو كَانُوا آبَاءهُم أَو أَبنَاءهُم أَو إِخوَانَهُم أَو عَشِيرَتَهُم أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنهُ وَيُدخِلُهُم جَنَّاتٍ تَجرِي مِن تَحتِهَا الأَنهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنهُم وَرَضُوا عَنهُ أُولَئِكَ حِزبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزبَ اللَّهِ هُمُ المُفلِحُونَ﴾.
Terjemah Indonesia
Ketiga: bahwa siapa yang menaati rasul dan mentauhidkan Allah, tidak boleh baginya berloyalitas kepada orang yang memusuhi Allah dan rasul-Nya, meskipun dia kerabat terdekat. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Engkau tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang memusuhi Allah dan rasul-Nya, meskipun mereka itu bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang yang Allah tetapkan iman dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan ruh dari-Nya.
Dan Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Mereka itulah golongan Allah.
Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang yang beruntung." (QS. Al-Mujadilah: 22)
Pasal
الحنيفية ملة إبراهيم
اعلَم -أَرشَدَكَ اللَّهُ لِطَاعَتِهِ- أَنَّ الحَنِيفِيَّةَ مِلَّةَ إِبرَاهِيمَ: أَن تَعبُدَ اللَّهَ وَحدَهُ مُخلِصًا لَهُ الدِّينَ، وَبِذَلِكَ أَمَرَ اللَّهُ جَمِيعَ النَّاسِ وَخَلَقَهُم لَهَا، كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَا خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعبُدُوِنِ﴾، وَمَعنَى يَعبُدُونِ: يُوَحِّدُونِ.
Terjemah Indonesia
Ketahuilah, semoga Allah membimbingmu untuk menaati-Nya, bahwa hanifiyah adalah agama Ibrahim: engkau menyembah Allah semata dengan memurnikan agama untuk-Nya. Untuk itulah Allah memerintahkan seluruh manusia dan menciptakan mereka, sebagaimana firman-Nya: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56). Makna "beribadah kepada-Ku" adalah "mentauhidkan-Ku".
Pasal
تعريف الأصول الثلاثة
وَأَعظَمُ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ: التَّوحِيدُ، وَهُوَ: إِفرَادُ اللَّهِ بِالعِبَادَةِ، وَأَعظَمُ مَا نَهَى عَنهُ: الشِّركُ، وَهُوَ: دَعوَةُ غَيرِهِ مَعَهُ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَاعبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشرِكُوا بِهِ شَيئًا﴾.
Terjemah Indonesia
Perkara terbesar yang Allah perintahkan adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah. Dan perkara terbesar yang Dia larang adalah syirik, yaitu menyeru selain-Nya bersama-Nya. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (QS. An-Nisa: 36)
Pasal
الأصل الأول: معرفة الله
فَإِذَا قِيلَ لَكَ: مَن رَبُّكَ؟ فَقُل: رَبِّيَ اللَّهُ الَّذِي رَبَّانِي وَرَبَّى جَمِيعَ العَالَمِينَ بِنِعمَتِهِ، وَهُوَ مَعبُودِي لَيسَ لِي مَعبُودٌ سِوَاهُ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ﴾، وَكُلُّ مَن سِوَى اللَّهِ عَالَمٌ، وَأَنَا وَاحِدٌ مِن ذَلِكَ العَالَمِ.
Terjemah Indonesia
Jika dikatakan kepadamu: siapa Rabb-mu? Katakanlah: Rabb-ku adalah Allah, yang mendidikku dan mendidik seluruh alam dengan nikmat-Nya. Dialah yang aku sembah; tidak ada sembahan bagiku selain Dia.
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam." (QS. Al-Fatihah: 2). Segala sesuatu selain Allah adalah alam, dan aku merupakan salah satu dari alam itu.
فَقُل: بِآيَاتِهِ وَمَخلُوقَاتِهِ، وَمِن آيَاتِهِ: اللَّيلُ، وَالنَّهَارُ، وَالشَّمسُ، وَالقَمَرُ، وَمِن مَخلُوقَاتِهِ: السَّمَوَاتُ السَّبعُ وَمَن فِيهِنَّ، وَالأَرَضُونَ السَّبعُ وَمَن فِيهِنَّ، وَمَا بَينَهُمَا، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿لَخَلقُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرضِ أَكبَرُ مِن خَلقِ النَّاسِ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمِن آيَاتِهِ اللَّيلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمسُ وَالقَمَرُ لَا تَسجُدُوا لِلشَّمسِ وَلَا لِلقَمَرِ وَاسجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُم إِيَّاهُ تَعبُدُونَ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ استَوَى عَلَى العَرشِ يُغشِي اللَّيلَ النَّهَارَ يَطلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمسَ وَالقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمرِهِ أَلاَ لَهُ الخَلقُ وَالأَمرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ العَالَمِينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Katakanlah: dengan ayat-ayat-Nya dan makhluk-Nya. Di antara ayat-Nya: malam, siang, matahari, dan bulan. Dan di antara makhluk-Nya: tujuh langit beserta penghuninya, tujuh bumi beserta penghuninya, dan apa yang ada di antara keduanya.
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia." (QS. Ghafir: 57). Dan firman-Nya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika benar-benar hanya kepada-Nya kalian menyembah." (QS. Fushshilat: 37).
Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan Dia menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, hanya milik-Nya segala penciptaan dan perintah.
Mahasuci Allah, Rabb seluruh alam." (QS. Al-A'raf: 54)
وَالرَّبُّ هُوَ: المَعبُودُ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿يَأيُّهَا النَّاسُ اعبُدُوا رَبَّكُمُ الذَِّي خَلَقَكُم وَالذِّّينَ مِن قَبلكُم لَعَلَّكُم تَتَّقُونَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرضَ فِرَاشًا وَالسَّماءَ بِناءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزقًا لَكُم فَلاَ تَجعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُم تَعَلُمُونَ﴾، قَالَ ابنُ كَثِيرٍ -رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى-: (الخَالِقُ لِهَذِهِ الأَشيَاءِ هُوَ المُستَحِقُّ لِلعِبَادَةِ).
Terjemah Indonesia
Dan Rabb adalah yang disembah. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Dia mengeluarkan buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian.
Maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, sedangkan kalian mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 21-22). Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Pencipta semua ini Dialah yang berhak disembah."
Fashl
أنواع العبادة وأدلتها
وَأَنوَاعُ العِبَادَةِ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا مِثلُ: الإِسلَامِ، وَالإِيمَانِ، وَالإِحسَانِ، وَمِنهُ: الدُّعَاءُ، وَالخَوفُ، وَالرَّجَاءُ، وَالتَّوَكُّلُ، وَالرَّغبَةُ، وَالرَّهبَةُ، وَالخُشُوعُ، وَالخَشيَةُ، وَالإِنَابَةُ، وَالِاستِعَانَةُ، وَالِاستِعَاذَةُ، وَالِاستِغَاثَةُ، وَالذَّبحُ، وَالنَّذرُ، وَغَيرُ ذَلِكَ مِن أَنوَاعِ العِبَادَةِ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا: كُلُّهَا لِلَّهِ تَعَالَى، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَأَنَّ المَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا﴾.
Terjemah Indonesia
Dan jenis-jenis ibadah yang Allah perintahkan, seperti Islam, iman, dan ihsan; dan di antaranya: doa, rasa takut, harapan, tawakal, harap, cemas, khusyuk, khasyyah, inabah, isti'anah, isti'adzah, istighatsah, menyembelih, dan nadzar, serta jenis ibadah lain yang Allah perintahkan. Semuanya milik Allah Ta'ala. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyeru sesuatu pun bersama Allah." (QS. Al-Jinn: 18)
فَمَن صَرَفَ مِنهَا شَيئًا لِغَيرِ اللَّهِ فَهُوَ مُشرِكٌ كَافِرٌ، وَالَّدلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يَدعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفلِحُ الكَافِرُونَ﴾.
Terjemah Indonesia
Siapa yang memalingkan salah satunya kepada selain Allah, maka ia musyrik lagi kafir. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan siapa yang menyeru tuhan lain bersama Allah, padahal tidak ada hujah baginya untuk itu, maka perhitungannya hanya ada pada Rabb-nya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung." (QS. Al-Mu'minun: 117)
وَفِي الحَدِيثِ: «الدُّعَاءُ مُخُّ العِبَادَةِ»، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادعُونِي أَستَجِب لَكُم إِنَّ الَّذِينَ يَستَكبِرُونَ عَن عِبَادَتِي سَيَدخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalam hadis: "Doa adalah inti ibadah." Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan Rabb kalian berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka dalam keadaan hina." (QS. Ghafir: 60)
وَدَلِيلُ الخَوفِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿فَلَا تَخَافُوهُم وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤمِنِينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil rasa takut adalah firman Allah Ta'ala: "Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar beriman." (QS. Ali Imran: 175)
وَدَلِيلُ الُرَّجَاءِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿فَمَن كَانَ يَرجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَليَعمَل عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشرِك بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil harapan adalah firman Allah Ta'ala: "Maka siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan tidak menyekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Rabb-nya." (QS. Al-Kahfi: 110)
وَدَلِيلُ التَوَكُّلِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُؤمِنِينَ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يَتَوَكَّل عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسبُهُ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil tawakal adalah firman Allah Ta'ala: "Dan hanya kepada Allah hendaklah kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman." (QS. Al-Ma'idah: 23)
Dan firman-Nya: "Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya." (QS. At-Talaq: 3)
وَدَلِيلُ الرَّغبَةِ وَالرَّهبَةِ وَالخُشُوعِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّهُم كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الخَيرَاتِ وَيَدعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِين﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil raghbah, rahbah, dan khusyuk adalah firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya mereka itu bersegera dalam mengerjakan kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan raghbah dan rahbah, serta mereka khusyuk kepada Kami." (QS. Al-Anbiya: 90)
وَدَلِيلُ الإِنَابَةِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُم وَأَسلِمُوا لَهُ﴾ الآية.
Terjemah Indonesia
Dan dalil inabah adalah firman Allah Ta'ala: "Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54), hingga akhir ayat.
وَدَلِيلُ الِاستِعَانَةِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِيَّاكَ نَعبُدُ وَإِيَّاكَ نَستَعِينُ﴾، وَفِي الحَدِيثِ: «إِذَا استَعَنتَ فَاستَعِن بِاللَّهِ».
Terjemah Indonesia
Dan dalil isti'anah adalah firman Allah Ta'ala: "Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5). Dan dalam hadis: "Bila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah."
وَدَلِيلُ الِاستِعَاذَةِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿قُل أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿قُل أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil isti'adzah adalah firman Allah Ta'ala: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai fajar." (QS. Al-Falaq: 1)
Dan firman-Nya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia." (QS. An-Nas: 1)
وَدَلِيلُ الِاستِغَاثَةِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِذ تَستَغِيثُونَ رَبَّكُم فَاستَجَابَ لَكُم﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil istighatsah adalah firman Allah Ta'ala: "Ketika kalian memohon pertolongan kepada Rabb kalian, lalu Dia memperkenankan bagi kalian." (QS. Al-Anfal: 9)
وَدَلِيلُ الذَّبحِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿قُل إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحيَايَ وَمَمَاتِيَ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ﴾، وَمِنَ السُّنَّةِ قَولُهُ ﷺ: «لَعَنَ اللَّهُ مَن ذَبَحَ لِغَيرِ اللهِ».
Terjemah Indonesia
Dan dalil dzabh adalah firman Allah Ta'ala: "Katakanlah: Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Rabb seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya." (QS. Al-An'am: 162-163). Dan dari sunnah, sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah."
وَدَلِيلُ النَّذرِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿يُوفُونَ بِالنَّذرِ وَيَخَافُونَ يَومًا كَانَ شَرُّهُ مُستَطِيرًا﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil nadzar adalah firman Allah Ta'ala: "Mereka menunaikan nadzar dan takut kepada hari yang keburukannya meluas." (QS. Al-Insan: 7)
Pasal
الأصل الثاني: معرفة دين الإسلام
وَهُوَ: الِاستِسلاَمُ لِلَّهِ بِالتَّوحِيدِ، وَالِانقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعَةِ، وَالبَرَاءَةُ وَالخُلُوصُ مِنَ الشِّركِ وَأَهلِهِ، وَهُوَ ثَلَاثُ مَرَاتِبَ: الإِسلَامُ، وَالإِيمَانُ، وَالإِحسَانُ، وَكُلُّ مَرتَبَةٍ لَهَا أَركَانٌ.
Terjemah Indonesia
Yaitu istislam kepada Allah dengan tauhid, inqiyad kepada-Nya dengan tha'ah, serta bara'ah dan khulus dari syirik beserta pelakunya. Agama ini memiliki tiga maratib: Islam, iman, dan ihsan, dan setiap maratib memiliki rukun.
Fashl
المرتبة الأولى: الإسلام وأركانه
فَأَركَانُ الإِسلاَمِ خَمسَةٌ، وَالدَّلِيلُ مِنَ السُّنَّةِ حَدِيثُ ابنِ عُمَرَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنهُمَا- قال: قال رسول الله ﷺ: «بُنِيَ الإِسلَامُ عَلَى خَمسٍ: شَهَادَةِ أَن لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَومِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ البَيتِ».
Terjemah Indonesia
Rukun Islam ada lima. Dalilnya dari sunnah adalah hadis Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan haji ke Baitullah."
وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسلَامُ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يَبتَغِ غَيرَ الإِسلَامِ دِينًا فَلَن يُقبَلَ مِنهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الخَاسِرِينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam." (QS. Ali Imran: 19)
Dan firman-Nya: "Siapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat ia termasuk orang yang merugi." (QS. Ali Imran: 85)
وَدَلِيلُ الشَّهَادَةِ قَوُلُهُ تَعَالَى: ﴿شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالمَلَائِكَةُ وَأُولُوا العِلمِ قَائِمًا بِالقِسطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ العَزِيزُ الحَكِيمُ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil syahadat adalah firman Allah Ta'ala: "Allah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, demikian pula para malaikat dan ahlul ilmi, dengan menegakkan keadilan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. Ali Imran: 18)
وَمَعنَاهَا: لَا مَعبُودَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ، (لاَ إِلَهَ) نَافِيًا جَمِيعَ مَا يُعبَدُ مِن دُونِ اللهِ، (إِلَّا اللَّهُ) مُثبِتًا العِبَادَةَ للَّهِ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فِي عِبَادَتِهِ، كَمَا أَنَّهُ لَا شَرِيكَ لَهُ فِي مُلكِهِ.
Terjemah Indonesia
Maknanya: tidak ada yang berhak disembah selain Allah. "Tidak ada tuhan" menafikan segala yang disembah selain Allah, dan "selain Allah" menetapkan ibadah hanya bagi Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam ibadah, sebagaimana tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya.
وَتَفسِيرُهَا الَّذِي يُوَضِّحُهَا قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَإِذ قَالَ إِبرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَومِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعبُدُونَ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿قُل يَا أَهلَ الكِتَابِ تَعَالَوا إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاءٍ بَينَنَا وَبَينَكُم أَلَّا نَعبُدَ إِلاَّ اللَّهَ وَلَا نُشرِكَ بِهِ شَيئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعضُنَا بَعضًا أَربَابًا مِن دُونِ اللَّهِ فَإِن تَوَلَّوا فَقُولُوا اشهَدُوا بِأَنَّا مُسلِمُونَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan penafsirannya yang menjelaskannya adalah firman Allah Ta'ala: "Dan ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali dari Dzat yang menciptakanku." (QS. Az-Zukhruf: 26-27)
Dan firman-Nya: "Katakanlah: Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu kalimat yang sama bagi kita, bahwa kita tidak menyembah selain Allah, tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, katakanlah: Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri." (QS. Ali Imran: 64)
وَدَلِيلُ شَهَادَةِ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿لَقَد جَاءَكُم رَسُولٌ مِن أَنفُسِكُم عَزِيزٌ عَلَيهِ مَا عَنِتُّم حَرِيصٌ عَلَيكُم بِالمُؤمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ﴾، وَمَعنَى شَهَادَةِ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ: طَاعَتُهُ فِيمَا أَمَرَ، وَتَصدِيقُهُ فِيمَا أَخبَرَ، وَاجتِنَابُ مَا عَنهُ نَهَى وَزَجَرَ، وَأَن لَا يُعبَدَ اللَّهُ إِلَّا بِمَا شَرَعَ.
Terjemah Indonesia
Dan dalil syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah adalah firman Allah Ta'ala: "Sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri; berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian, dan sangat penyayang lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. At-Taubah: 128). Makna syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah: menaatinya dalam apa yang ia perintahkan, membenarkannya dalam apa yang ia kabarkan, menjauhi apa yang ia larang dan cegah, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan cara yang ia syariatkan.
وَدَلِيلُ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَتَفسِيرِ التَّوحِيدِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعبُدُوا اللَّهَ مُخلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ القَيِّمَةِ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil salat, zakat, serta penjelasan tauhid adalah firman Allah Ta'ala: "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam keadaan hanif, menegakkan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5)
وَدَلِيلُ الصِّيَامِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقُونَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil puasa adalah firman Allah Ta'ala: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
وَدَلِيلُ الحَجِّ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيتِ مَنِ استَطَاعَ إِلَيهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil haji adalah firman Allah Ta'ala: "Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, bagi yang mampu menempuh jalannya. Dan siapa yang kafir, maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari seluruh alam." (QS. Ali Imran: 97)
Fashl
المرتبة الثانية: الإيمان
وَهُوَ: بِضعٌ وَسَبعُونَ شُعبَةً، أَعلاَهَا: قَولُ (لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ)، وَأَدنَاهَا: إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالحَيَاءُ شُعبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ.
Terjemah Indonesia
Iman itu tujuh puluh sekian syu'bah. Yang tertinggi adalah ucapan "tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah", dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan haya adalah salah satu syu'bah iman.
وَأَركَانُهُ سِتَّةٌ: أَن تُؤمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَاليَومِ الآخِرِ، وَبِالقَدَرِ خَيرِهِ وَشَرِّهِ، وَالدَّلِيلُ عَلَى هَذِهِ الأَركَانِ السِّتَّةِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿لَيسَ البِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُم قِبَلَ المَشرِقِ وَالمَغرِبِ وَلَكِنَّ البِرَّ مَن آمَنَ بِاللَّهِ وَاليَومِ الآخِرِ وَالمَلَائِكَةِ وَالكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ﴾، وَدَلِيلُ القَدَرِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّا كُلَّ شَيءٍ خَلَقنَاهُ بِقَدَرٍ﴾.
Terjemah Indonesia
Rukunnya ada enam: engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kepada qadar yang baik maupun yang buruk. Dalil keenam rukun ini adalah firman Allah Ta'ala: "Bukanlah kebajikan itu menghadapkan wajah kalian ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab, dan para nabi." (QS. Al-Baqarah: 177). Dan dalil qadar adalah firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar." (QS. Al-Qamar: 49)
Fashl
المرتبة الثالثة: الإحسان
رُكنٌ وَاحِدٌ، وَهُوَ: (أَن تَعبُدَ اللهَ وَحدَهُ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِن لَم تَكُن تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ)، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يُسلِم وَجهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحسِنٌ فَقَدِ استَمسَكَ بِالعُروَةِ الوُثقَى﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوا وَالَّذِينَ هُم مُحسِنُونَ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يَتَوَكَّل عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسبُهُ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَتَوَكَّل عَلَى العَزِيزِ الرَّحِيمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَا تَكُونُ فِي شَأنٍ وَمَا تَتلُو مِنهُ مِن قُرآنٍ وَلَا تَعمَلُونَ مِن عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيكُم شُهُودًا إِذ تُفِيضُونَ فِيهِ﴾.
Terjemah Indonesia
Ihsan itu satu rukun, yaitu: engkau menyembah Allah semata seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah sedangkan ia berbuat baik, maka sungguh ia telah berpegang pada tali yang kokoh." (QS. Luqman: 22)
Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik." (QS. An-Nahl: 128)
Dan firman-Nya: "Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya." (QS. At-Talaq: 3)
Dan firman-Nya: "Dan bertawakallah kepada Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang, yang melihatmu ketika engkau berdiri, dan gerak-gerikmu di antara orang-orang yang bersujud. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Asy-Syu'ara: 217-220)
Dan firman-Nya: "Dan engkau tidak berada dalam suatu urusan, tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur'an, dan tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian ketika kalian mengerjakannya." (QS. Yunus: 61)
وَالدَّلِيلُ مِنَ السُّنَّةِ: حَدِيثُ جَبرَائِيلَ -عَلَيهِ السَّلَامُ- المَشهُورُ عَن عُمَرَ -رَضِيَ اللَّهُ عنهُ- قَالَ: بَينَمَا نَحنُ جُلُوسٌ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذ طَلَعَ عَلَينَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعرِ لَا يُرَى عَلَيهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، فَجَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَأَسنَدَ رُكبَتَيهِ إِلَى رُكبَتَيهِ، وَوَضَعَ كَفَّيهِ عَلَى فَخِذَيهِ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخبِرنِي عَنِ الإِسلَامِ؟ فَقَالَ: «أَن تَشهَدَ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البَيتَ إِنِ استَطَعتَ إِلَيهِ سَبِيلًا»، فَقَالَ: صَدَقتَ، فَعَجِبنَا لَهُ يَسأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: أَخبِرنِي عَنِ الإِيمَانِ؟ قَالَ: «أَن تُؤمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَاليَومِ الآخِرِ، وَبِالقَدَرِ خَيرِهِ وَشَرِّهِ»، قَالَ: صَدَقتَ، قَالَ: أَخبِرنِي عَنِ الإِحسَانِ، قَالَ: «أَن تَعبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِن لَم تَكُن تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»، قَالَ: صَدَقتَ، قَالَ: فَأَخبِرنِي عَنِ السَّاعَةِ؟ قَالَ: «مَا المَسؤُولُ عَنهَا بِأَعلَمَ مِنَ السَّائِلِ»، قَالَ: أَخبِرنِي عَن أَمَارَاتِهَا؟ قَالَ: «أَن تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَن تَرَى الحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي البُنيَانِ»، قَالَ: فَمَضَى، فَلَبِثنَا مَلِيًّا، فَقَالَ ﷺ: «يَا عُمَرُ، أَتَدرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قَلنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعلَمُ، قَالَ: «هَذَا جِبرِيلُ أَتَاكُم يُعَلِّمُكُم أَمرَ دِينِكُم».
Terjemah Indonesia
Dalil dari sunnah adalah hadis Jibril 'alaihissalam yang terkenal, dari Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Ketika kami sedang duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang lelaki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya; tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya.
Ia duduk di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, menyandarkan kedua lututnya ke kedua lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, lalu berkata:
Jibril: "Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Yaitu engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, engkau menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu menempuh jalannya."
Jibril: "Engkau benar." Kami pun heran kepadanya: ia bertanya kepada beliau lalu ia membenarkannya.
Jibril: "Beritahukan kepadaku tentang iman."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan qadar yang baik maupun yang buruk."
Jibril: "Engkau benar. Beritahukan kepadaku tentang ihsan."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Yaitu engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."
Jibril: "Engkau benar. Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya."
Jibril: "Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Yaitu ketika seorang budak perempuan melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang yang telanjang kaki, telanjang badan, dan fakir dari para penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan."
Kemudian ia pergi. Kami pun diam beberapa saat, lalu beliau bersabda:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?"
Kami: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Itulah Jibril, ia datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian."
Pasal
الأصل الثالث: معرفة النبي محمد ﷺ
وَهُوَ: مُحَمَّدُ بنُ عَبدِ اللَّهِ بنِ عَبدِ المُطَّلِبِ بنِ هَاشِمٍ، وَهَاشِمٌ مِن قُرَيشٍ، وَقُرَيشٌ مِنَ العَرَبِ، وَالعَرَبُ مِن ذُرِّيَّةِ إِسمَاعِيلَ بنِ إِبرَاهِيمَ الخَلِيلِ -عَلَيهِ وَعَلَى نَبِيِّنَا أَفضَلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ-، وَلَهُ مِنَ العُمُرِ ثَلَاثٌ وَسِتُّونَ سَنَةً، مِنهَا أَربَعُونَ قَبلَ النُبُوَّةِ، وَثَلَاثٌ وَعِشرُونَ نَبِيًّا رَسُولًا.
Terjemah Indonesia
Yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Hasyim berasal dari Quraisy, Quraisy berasal dari Arab, dan Arab berasal dari keturunan Ismail bin Ibrahim al-Khalil, 'alaihi wa 'ala nabiyyina afdhalush shalati was salam. Usianya enam puluh tiga tahun: empat puluh tahun sebelum nubuwwah, dan dua puluh tiga tahun sebagai nabi dan rasul.
نُبِّئَ بِاقرَأ، وَأُرسِلَ بِالمُدَّثِّرُ، وَبَلَدُهُ مَكَةُ، بَعَثَهُ اللَّهُ بِالنِّذَارَةِ عَنِ الشِّركِ، وَيَدعُو إِلَى التَّوحِيدِ، وَالدَّلِيلُ قَولُه ُتَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ قُم فَأَنذِر وَرَبَّكَ فَكَبِّر وَثِيَابَكَ فَطَهِّر وَالرُّجزَ فَاهجُر وَلَا تَمنُن تَستَكثِرُ وَلِرَبِّكَ فَاصبِر﴾، وَمَعنَى ﴿قُم فَأَنذِر﴾: يُنذِرُ عَنِ الشِّركِ، وَيَدعُو إِلَى التَّوحِيدِ، ﴿وَرَبَّكَ فَكَبِّر﴾ أَي: عَظِّمهُ بِالتَّوحِيدِ، ﴿وَثِيَابَكَ فَطَهِّر﴾ أَي: طَهِّر أَعمَالَكَ مِنَ الشِّركِ، ﴿وَالرُّجزَ فَاهجُر﴾ الرُّجزُ: الأَصنَامُ، وَهَجرُهَا: تَركُهَا وَأَهلِهَا، وَالبَرَاءَةُ مِنهَا وَأَهلِهَا، وَعَدَاوَتُهَا وَأَهلِهَا، وَفِرَاقُهَا وَأَهلِهَا.
Terjemah Indonesia
Beliau diberi kabar kenabian dengan "Iqra'", dan diutus dengan "Al-Muddatstsir". Negerinya adalah Makkah. Allah mengutusnya untuk memberi peringatan tentang syirik dan menyeru kepada tauhid.
Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan, dan agungkanlah Rabb-mu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala perbuatan dosa, dan janganlah engkau memberi dengan mengharap yang lebih banyak, dan bersabarlah untuk Rabb-mu." (QS. Al-Muddatstsir: 1-7). Makna "bangunlah lalu berilah peringatan": ia memberi peringatan tentang syirik dan menyeru kepada tauhid. "Dan agungkanlah Rabb-mu": agungkanlah Dia dengan tauhid.
"Dan bersihkanlah pakaianmu": bersihkanlah amalmu dari syirik. "Dan tinggalkanlah segala perbuatan dosa": ar-rujz adalah berhala; meninggalkannya berarti meninggalkan berhala dan para penyembahnya, bara'ah darinya dan dari para penyembahnya, memusuhinya dan para penyembahnya, serta berpisah darinya dan dari para penyembahnya.
أَخَذَ عَلَى هَذَا عَشرَ سِنِينَ يَدعُو إِلَى التَّوحِيدِ، وَبَعدَ العَشرِ عُرِجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ، وَفُرِضَت عَلَيهِ الصَّلَوَاتُ الخَمسُ، وَصَلَّى فِي مَكَّةَ ثَلاَثَ سِنِينَ، وَبَعدَهَا أُمِرَ بِالهِجرَةِ إِلَى المَدِينَةِ.
Terjemah Indonesia
Beliau menempuh masa ini selama sepuluh tahun menyeru kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun, beliau diangkat ke langit, dan diwajibkan atas beliau salat lima waktu. Beliau salat di Makkah selama tiga tahun, dan setelah itu diperintahkan berhijrah ke Madinah.
Fashl
الهجرة
وَالهِجرَةُ: فَرِيضَةٌ عَلَى هَذِهِ الأُمَّةِ مِن بَلَدِ الشِّركِ إِلَى بَلَدِ الإِسلاَمِ، وَهِيَ بَاقِيَةٌ إَلَى أَن تَقُومَ السَّاعَةُ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ المَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِم قَالُوا فِيمَ كُنتُم قَالُوا كُنَّا مُستَضعَفِينَ فِي الأَرضِ قَالُوا أَلَم تَكُن أَرضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأوَاهُم جَهَنَّمُ وَسَاءَت مَصِيرًا إِلَّا المُستَضعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالوِلدَانِ لَا يَستَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهتَدُونَ سَبِيلَا فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَن يَعفُوَ عَنهُم وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعبُدُونِ﴾.
Terjemah Indonesia
Hijrah adalah kewajiban bagi umat ini: dari negeri syirik menuju negeri Islam. Hijrah tetap berlaku hingga kiamat tiba. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, para malaikat bertanya: Dalam keadaan apa kalian dahulu?
Mereka menjawab: Kami dahulu orang-orang yang tertindas di bumi.
Para malaikat berkata: Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di sana? Maka mereka itu tempatnya neraka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang tidak mampu berdaya dan tidak tahu jalan. Mereka itu mudah-mudahan Allah mengampuni mereka; dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 97-99).
Dan firman-Nya: "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja." (QS. Al-Ankabut: 56)
قَالَ البَغَوِيُّ -رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى-: (سَبَبُ نُزُولِ هَذِهِ الآيَةِ: فِي المُسلِمِينَ الَّذِينَ فِي مَكَّةَ لَم يُهَاجِرُوا، نَادَاهُمُ اللَّهُ بِاسمِ الإِيمِانِ).
Terjemah Indonesia
Al-Baghawi rahimahullah berkata: "Sebab turunnya ayat ini adalah tentang orang-orang muslim yang berada di Makkah dan belum berhijrah; Allah menyeru mereka dengan nama iman."
وَالدَّلِيلُ عَلَى الهِجرَةِ مِنَ السُّنَّةِ قَولُهُ ﷺ: «لَا تَنقَطِعُ الهِجرَةُ حَتَّى تَنقَطِعَ التَّوبَةُ، وَلاَ تَنقَطِعُ التَّوبَةُ حَتَى تَطلُعَ الشَّمسُ مِن مَغرِبِهَا».
Terjemah Indonesia
Dan dalil hijrah dari sunnah adalah sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: "Hijrah tidak akan terputus hingga taubat terputus, dan taubat tidak akan terputus hingga matahari terbit dari arah baratnya."
فَلَمَّا استَقَرَّ فِي المَدِينَةِ أُمِرَ بِبَقيَّةِ شَرَائعِ الإِسلَامِ، مِثلُ: الزَّكَاةِ، وَالصَّومِ، وَالحَجِّ، وَالأَذَانِ، وَالجِهَادِ، وَالأَمرِ بِالمَعرُوفِ وَالنَّهيِ عَنِ المُنكَرِ، وَغَيرِ ذَلِكَ مِن شَرَائِعِ الإِسلَامِ.
Terjemah Indonesia
Ketika beliau telah menetap di Madinah, beliau diperintahkan dengan sisa syariat-syariat Islam, seperti zakat, puasa, haji, azan, jihad, amar makruf nahi mungkar, dan syariat Islam lainnya.
Fashl
البعث والرسل
أَخَذَ عَلَى هَذَا عَشرَ سِنِينَ، وَبَعدَهَا تُوفِيَ -صَلوَاتُ اللَّهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيهِ- وَدِينُهُ بَاقٍ.
Terjemah Indonesia
Beliau menempuh masa ini selama sepuluh tahun. Setelah itu beliau wafat, semoga salawat dan salam Allah tercurah atas beliau, dan agamanya tetap tegak.
وَهَذَا دِينُهُ، لَا خَيرَ إِلَّا دَلَّ الأُمَّةَ عَلَيهِ، وَلَا شَرَّ إِلاَّ حَذَّرَهَا عَنهُ، وَالخَيرُ الَّذِي دَلَّ عَلَيهِ: التَّوحِيدُ وَجَمِيعُ مَا يُحِبُّهُ اللَّهُ وَيَرضَاهُ، وَالشَّرُّ الَّذِي حَذَّرَهَا مِنهُ: الشِّركُ وَجَمِيعُ مَا يَكرَهُهُ اللَّهُ وَيَأبَاهُ.
Terjemah Indonesia
Inilah agamanya: tidak ada kebaikan kecuali beliau telah menunjukkan umat kepadanya, dan tidak ada keburukan kecuali beliau telah memperingatkan umat darinya. Kebaikan yang beliau tunjukkan adalah tauhid dan segala yang Allah cintai dan ridhai, sedangkan keburukan yang beliau peringatkan adalah syirik dan segala yang Allah benci dan tolak.
بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً، وَافتَرَضَ طَاعَتَهُ عَلَى جَمِيعِ الثَّقَلَينِ: الجِنِّ وَالإِنسِ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿قُل يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيكُم جَمِيعًا﴾.
Terjemah Indonesia
Allah mengutus beliau kepada seluruh manusia, dan mewajibkan tha'ah kepadanya atas tsaqalain: jin dan manusia. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah rasul Allah bagi kalian semuanya." (QS. Al-A'raf: 158)
وَأَكَمَلَ اللهُ لَهُ الدِّينَ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿اليَومَ أَكمَلتُ لَكُم دِينَكُم وَأَتمَمتُ عَلَيكُم نِعمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسلاَمَ دِينًا﴾.
Terjemah Indonesia
Dan Allah menyempurnakan agama untuk beliau. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian untuk kalian, telah Aku lengkapi nikmat-Ku atas kalian, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kalian." (QS. Al-Ma'idah: 3)
وَالدَّلِيلُ عَلَى مَوتِهِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُم يَومَ القِيَامَةِ عِندَ رَبِّكُم تَختَصِمُونَ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil kewafatan beliau adalah firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati, kemudian sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Rabb kalian." (QS. Az-Zumar: 30-31)
وَالنَّاسُ إِذَا مَاتُوا يُبعَثُونَ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿مِنهَا خَلَقنَاكُم وَفِيهَا نُعِيدُكُم وَمِنهَا نُخرِجُكُم تَارَةً أُخرَى﴾، وَقَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الأَرضِ نَبَاتًا ثُمَّ يُعِيدُكُم فِيهَا وَيُخرِجُكُم إِخرَاجًا﴾.
Terjemah Indonesia
Dan manusia, apabila mati, akan dibangkitkan. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dari bumi itulah Kami menciptakan kalian, kepada bumi itu Kami mengembalikan kalian, dan dari bumi itu pula Kami akan mengeluarkan kalian sekali lagi." (QS. Thaha: 55). Dan firman-Nya: "Dan Allah menumbuhkan kalian dari bumi dengan sebenar-benarnya, kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya dan mengeluarkan kalian dengan sebenar-benarnya." (QS. Nuh: 17-18)
وَبَعدَ البَعثِ مُحَاسَبُونَ وَمَجزِيُّونَ بِأَعمَالِهِم، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرضِ لِيَجزِيَ الَّذِينَ أَسَاؤُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجزِيَ الَّذِينَ أَحسَنُوا بِالحُسنَى﴾.
Terjemah Indonesia
Setelah ba'ts, manusia dihisab dan dibalas sesuai amal mereka. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, agar Dia membalas orang-orang yang berbuat buruk sesuai apa yang mereka kerjakan, dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik." (QS. An-Najm: 31)
وَمَن كذَّبَ بِالبَعثِ كَفَرَ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَن لَّن يُبعَثُوا قُل بَلَى وَرَبِّي لَتُبعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلتُم وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan siapa yang mendustakan ba'ts, ia kafir. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tentu, demi Rabb-ku, kalian pasti akan dibangkitkan, kemudian kalian pasti akan diberitahu tentang apa yang telah kalian kerjakan.
Dan itu mudah bagi Allah." (QS. At-Taghabun: 7)
وَأَرسَلَ اللَّهُ جَمِيعَ الرُّسُلِ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعدَ الرُّسُلِ﴾.
Terjemah Indonesia
Allah mengutus seluruh rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Para rasul itu sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul." (QS. An-Nisa: 165)
وَأَوَّلُهُم نُوحٌ، وَآخِرُهُم مُحَمَّدٌ -عَلَيهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ- وَهُوَ خَاتَمُ النَّبِيِّينَ، لَا نَبِيَّ بَعدَهُ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِن رِجَالِكُم وَلَكِن رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ﴾.
Terjemah Indonesia
Rasul yang pertama adalah Nuh, dan yang terakhir adalah Muhammad, 'alaihimash shalatu was salam. Beliau adalah penutup para nabi; tidak ada nabi setelah beliau. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di antara kalian, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutup para nabi." (QS. Al-Ahzab: 40)
وَالدَّلِيلُ عَلَى أَنَّ نُوحًا أَوَّلُ الرُّسُلِ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّا أَوحَينَا إِلَيكَ كَمَا أَوحَينَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعدِهِ﴾.
Terjemah Indonesia
Dan dalil bahwa Nuh adalah rasul pertama adalah firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan para nabi sesudahnya." (QS. An-Nisa: 163)
وَكُلُّ أُمَّةٍ بَعَثَ اللَّهُ إِلَيهِم رَسُولًا مِن نُوحٍ إِلَى مُحَمَّدٍ -عَلَيهِمَا الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ- يَأمُرُهُم بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَحدَهُ، وَيَنهَاهُم عَن عِبَادَةِ الطَّاغُوتِ، وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿وَلَقَد بَعَثنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعبُدُوا اللَّهَ وَاجتَنِبُوا الطَّاغُوتَ﴾، وَافتَرَضَ اللَّهُ عَلَى جَمِيعِ العِبَادِ الكُفرَ بِالطَّاغُوتِ وَالإِيمَانَ بِاللَّهِ.
Terjemah Indonesia
Dan setiap umat, Allah mengutus kepada mereka seorang rasul dari Nuh sampai Muhammad, 'alaihimash shalatu was salam, yang memerintahkan mereka menyembah Allah semata dan melarang mereka menyembah thaghut. Dalilnya firman Allah Ta'ala: "Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut." (QS. An-Nahl: 36). Dan Allah mewajibkan atas seluruh hamba untuk kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah.
Fashl
الطاغوت ورءوس أنواعه
قَالَ ابنُ القَيِّمِ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى-: (مَعنَى الطَّاغُوتِ: مَا تَجَاوَزَ بِهِ العَبدُ حَدَّهُ مِن مَعبُودٍ، أَو مَتبُوعٍ، أَو مُطَاعٍ).
Terjemah Indonesia
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: "Makna thaghut adalah segala sesuatu yang membuat seorang hamba melampaui batasnya, baik berupa yang disembah, yang diikuti, maupun yang ditaati."
وَالطَّوَاغِيتُ كَثِيرُونَ، وَرُؤُوسُهُم خَمسَةٌ: إِبلِيسُ -لَعَنَهُ اللَّهُ-، وَمَن عُبِدَ وَهُوَ رَاضٍ، وَمَنِ ادَّعَى شَيئًا مِن عِلمِ الغَيبِ، وَمَن دَعَا النَّاسَ إِلَى عِبَادَةِ نَفسِهِ، وَمَن حَكَمَ بِغَيرِ مَا أَنزَلَ اللهُ.
Terjemah Indonesia
Thaghut itu banyak, dan ru'us ath-thawaghit ada lima: Iblis, semoga Allah melaknatnya; orang yang disembah sedangkan ia ridha; orang yang mengaku mengetahui sesuatu dari ilmu gaib; orang yang menyeru manusia untuk menyembah dirinya; dan orang yang memutuskan hukum dengan selain apa yang Allah turunkan.
وَالدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى: ﴿لَا إِكرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشدُ مِن الغَيِّ فَمَن يَكفُر بِالطَّاغُوتِ وَيُؤمِن بِاللَّهِ فَقَدِ استَمسَكَ بِالعُروَةِ الوُثقَى لَا انفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ﴾، وَهَذَا هُوَ مَعنَى (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ)، وَفِي الحَدِيثِ: «رَأسُ الأَمرِ الإِسلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِروَةُ سَنَامِهِ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ».
Terjemah Indonesia
Dan dalilnya firman Allah Ta'ala: "Tidak ada paksaan dalam agama; sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Maka siapa yang kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah, sungguh ia telah berpegang pada tali yang kokoh, yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 256).
Inilah makna "tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah". Dan dalam hadis: "Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah salat, dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah."
Penutup
الخاتمة
وَاللَّهُ أَعلَمُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ.
Terjemah Indonesia
Allah Maha Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan salawat, salam, dan keberkahan atas Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.
Terjemah di halaman ini membantu memahami makna awal. Untuk pemahaman rinci dan pengambilan hukum, rujuk kepada guru atau syarah yang terpercaya.